Kenali Ciri Ciri dan Gejala Kanker Payudara Stadium Awal dan Stadiun Lanjut

Apa Saja Tanda Dan Gejala Kanker Payudara?

Kanker payudara sebelumnya didiagnosis, semakin baik kesempatan untuk mengatasinya. Jadi penting untuk memeriksa payudara Anda secara teratur.

Bagaimana Saya Harus Memeriksa Payudaraku?

Tidak ada teknik khusus dan Anda tidak memerlukan pelatihan untuk memeriksa payudara Anda. Payudara setiap orang berbeda, jadi ketahuilah bagaimana payudara Anda biasanya terlihat dan terasa. Dengan begitu, lebih mudah untuk melihat sesuatu yang tidak biasa.

Ingatlah untuk memeriksa seluruh daerah payudara, termasuk dada bagian atas dan ketiak Anda.

Jika Anda melihat ada perubahan pada payudara Anda, pastikan Anda diperiksa oleh dokter Anda sesegera mungkin.

Apa yang Harus Saya Cari?

Benjolan penting untuk dicari, dan bisa menjadi gejala pertama kanker payudara bagi banyak wanita. Tapi ada tanda dan gejala lain yang harus Anda perhatikan.

Nyeri di payudara Anda biasanya bukan tanda kanker payudara, tapi bisa juga jika dikaitkan dengan gejala lainnya. Sementara kebanyakan rasa sakit biasanya bukan gejala, penting untuk melihat keluar dari rasa sakit yang tidak biasa dan berlanjut selama periode waktu tertentu.

Ini sesederhana TLC: Sentuh, Lihat, Periksa

Menyentuh payudara Anda. Bisakah kamu merasakan sesuatu yang tidak biasa?

Tanda Gejala Kanker Payudara Lump

Lump – mungkin tidak terlihat, tapi mungkin terasa. Dapatkah Anda merasakan benjolan atau pembengkakan pada payudara, dada bagian atas atau ketiak? Anda mungkin merasakan benjolan itu, tapi tidak melihatnya.

Lihat perubahan Apakah ada perubahan bentuk atau tekstur?

Tanda Gejala Kanker Payudara Perubahan Bentuk

Berubah menjadi ukuran atau bentuk? Dapatkah Anda melihat perubahan ukuran atau bentuk? Misalnya, satu payudara bisa menjadi lebih besar atau lebih rendah dari yang lain.

Tanda Gejala Kanker Payudara Perubahan Tekstur Kulit

Tekstur kulit berubah. Adakah perubahan tekstur kulit? Ini mungkin mengerut atau dimpling pada kulit payudara.

Tanda Gejala Kanker Payudara Perubahan Warna Kulit

Perubahan warna. Dapatkah Anda melihat perubahan warna? Payudara mungkin terlihat merah atau meradang.

Tanda Gejala Kanker Payudara Perubahan Puting Susu

Perubahan puting susu. Apakah salah satu putingmu terlihat berbeda? Misalnya, salah satu dari mereka mungkin menjadi terbalik (berbalik) saat biasanya menunjukkan.

Tanda Gejala Kanker Payudara Keluar Cairan Tidak Biasa

Nipple discharge. Pernahkah Anda memperhatikan adanya pelepasan yang tidak biasa dari salah satu puting Anda?

Tanda Gejala Kanker Payudara Kulit Mengeras

Ruam atau pengerasan kulit. Dapatkah Anda melihat ruam atau kerak pada puting atau daerah sekitarnya?

Baca juga info : 10 Tanda Gejala Kanker Payudara Stadium 4

Periksa Sesuatu yang Tidak Biasa Dengan Dokter Anda

Sudahkah anda merasakan atau melihat sesuatu yang tidak biasa? Jika demikian, pastikan Anda diperiksa oleh dokter atau perawat Anda sesegera mungkin.

Penting untuk terus memeriksa meskipun Anda menjalani skrining reguler. Cari tahu lebih banyak tentang menghadiri pemeriksaan payudara.

Setelah beberapa gejala ini tidak berarti Anda menderita kanker payudara, namun penting untuk memeriksanya jika Anda khawatir.

Jika dokter Anda berpikir Anda memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, mereka akan mengarahkan Anda ke klinik payudara untuk menemui dokter spesialis.

Seberapa Sering Saya Harus Memeriksa Payudara Saya?

Tidak masalah saat Anda memeriksakan payudara Anda, selama Anda memeriksanya secara teratur. Ini bisa terjadi setiap bulan, atau setiap beberapa bulan. Anda bisa mengecek saat Anda sedang mandi atau mandi, setelah berolahraga atau sebelum tidur.

Saat Anda mengenal payudara Anda, Anda mungkin menyadari bahwa mereka berubah seiring bertambahnya usia, atau pada waktu yang berbeda dalam sebulan. Misalnya, payudara Anda mungkin terasa lembut dan kental sepanjang waktu menstruasi Anda. Anda mungkin juga mengalami perubahan normal selama kehamilan, saat payudara Anda mungkin menjadi lebih besar dan terasa lembut atau sakit.

Bagikan Informasi ini

Kami akan berterima kasih jika Anda membagikan pesan ini melalui media sosial atau email sehingga lebih banyak wanita secara teratur memeriksa tanda dan gejala kanker payudara. Anda juga dapat memesan beberapa selebaran untuk membantu kami berbagi pesan Touch Look Check (TLC) dengan teman, keluarga, atau komunitas lokal Anda.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Akibat Dan Efek Samping Pengobatan Kanker Payudara

Akibat dan Efek Samping Pengobatan Kanker Payudara

Kemoterapi dan radiasi menghancurkan sel kanker payudara. Tapi perawatan ini juga bisa mempengaruhi sel sehat dan bisa mengubah perasaan Anda. Mereka mungkin menyebabkan:

  • Kehilangan selera makan
  • Mual dan muntah
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Nyeri di area mulut dan tenggorokan
  • Rambut rontok
  • Berat badan bertambah
  • Menopause dini
  • Risiko infeksi yang lebih tinggi
  • Pendarahan
  • Diare

Pengobatan dan terapi lainnya dapat membantu meringankan banyak efek samping ini.

Kehilangan Selera Makan

Pengobatan kanker payudara bisa membuat Anda merasa tidak lapar, yang bisa menyulitkan mendapatkan nutrisi yang Anda butuhkan. Cobalah tip berikut untuk memastikan Anda mengonsumsi makanan sehat:

  • Makan beberapa makanan kecil di siang hari bukan tiga yang besar.
  • Cobalah campuran “instant breakfast” atau guncangan nutrisi lainnya di sela waktu makan.
  • Makan makanan besar Anda saat Anda paling lapar.
  • Minum air putih atau minuman lain setengah jam sebelum atau sesudah makan sehingga tidak membuat Anda terlalu kenyang.
  • Cobalah olahraga ringan untuk meningkatkan nafsu makan Anda, selama dokter Anda mengatakan tidak apa-apa.

Mual dan Muntah

Beberapa – tapi tidak semua – orang yang terkena kanker akan mengalami mual. Hal itu bisa terjadi tepat setelah perawatan atau beberapa hari kemudian. Tanyakan kepada dokter Anda tentang obat yang bisa membuat Anda merasa lebih baik. Juga, perhatikan kapan Anda merasa mual. Anda mungkin bisa melihat pola yang bisa membantu Anda mengatasi masalah. Juga:

  • Makan makanan kecil lebih sering dan hindari makanan berminyak dan jeruk.
  • Cobalah makanan pada suhu kamar, bukan sangat panas atau dingin.
  • Saat Anda mual, cobalah makanan hambar seperti biskuit, gelatin, keripik es, nasi, kentang tumbuk polos, atau saus apel.

Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami mual parah atau Anda muntah banyak. Jika Anda muntah, tunggu satu jam sebelum Anda makan atau minum apapun. Lalu, mulailah dengan keripik es dan tambahkan makanan secara bertahap. Chamomile, teh jahe jahe, atau jahe kadang bisa membantu menenangkan perut Anda.

Kelemahan dan Kelelahan

Banyak bagian pengobatan kanker bisa membuat Anda merasa lemah atau lelah, termasuk perawatan itu sendiri, khawatir atau depresi, tidak makan, sakit, dan terlalu sedikit sel darah di tubuh Anda.

  • Pastikan Anda cukup istirahat. Tidur minimal 8 jam semalam, dan cobalah berbaring di siang hari untuk beristirahat jika masih bosan. Hindari kafein di siang hari.
  • Olahraga. Jalan-jalan pendek bisa memberi Anda lebih banyak energi. Jika Anda lebih aktif, Anda akan beristirahat lebih baik.
  • Hemat energi Anda untuk hal-hal yang sangat penting bagi Anda. Dapatkan bantuan dari keluarga dan teman dengan tugas dan tugas lainnya.
  • Jika Anda merasa sakit, beritahu dokter Anda. Hampir selalu ada perawatan yang bisa membantu.
  • Makanlah banyak makanan kaya zat besi, seperti daging tanpa lemak, kacang-kacangan, sayuran yang gelap, berdaun, dan sereal atau pasta yang diperkaya zat besi.
  • Jika tubuh Anda memiliki terlalu sedikit sel darah merah, sebuah kondisi yang disebut anemia, dokter Anda mungkin merekomendasikan eritropoietin atau darbepoetin, perawatan yang merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah. Anda bisa mendapatkannya dengan suntikan, yang kadang-kadang Anda lakukan sendiri di rumah. Jika Anda mendapatkan perawatan ini, dokter Anda akan melihat Anda untuk melihat apakah Anda mengalami ruam, reaksi alergi, dan masalah dengan tekanan darah.

Nyeri Mulut

Terkadang, perawatan kanker payudara bisa membuat mulut atau tenggorokan terasa sakit. Tanyakan kepada dokter atau dokter gigi Anda untuk mengetahui apa yang bisa menghentikan rasa sakit Anda.

  • Tanyakan kepada dokter Anda tentang obat untuk mengurangi nyeri mulut.
  • Pilihlah makanan lunak yang tidak akan mengiritasi mulut Anda, seperti telur orak-arik, makaroni dan keju, pureed cooking vegetables, dan pisang.
  • Potong makanan menjadi potongan-potongan kecil.
  • Hindari buah sitrus, makanan pedas atau asin, dan makanan kasar.

Rambut Rontok

Tidak semua orang akan kehilangan rambutnya saat menjalani perawatan kanker. Tergantung pada jenis kemoterapi yang Anda dapatkan dan dosisnya. Dokter Anda bisa memberi tahu Anda apakah Anda bisa mengharapkan rambut rontok.

Sementara beberapa wanita akan melihat rambut mereka menjadi lebih tipis, yang lain akan kehilangan sama sekali, termasuk bulu mata dan alis. Terkadang hal itu terjadi tiba-tiba, atau Anda mungkin mengalami kerugian yang lebih bertahap beberapa minggu setelah Anda memulai perawatan.

Beberapa wanita bersiap dengan gaya rambut pendek sebelum kemoterapi dimulai. Anda juga bisa mencoba membungkus rambut dan wig.

Saat rambut tumbuh kembali, teksturnya mungkin berbeda, namun banyak wanita tidak akan memperhatikan adanya perubahan. Kabar baik tentang rambut rontok adalah berhenti setelah perawatan selesai. Setelah beberapa bulan rambut bisa tumbuh kembali dengan sempurna.

Berat Badan Bertambah

Beberapa wanita dengan kanker payudara bertambah berat badan dari:

  • Menjadi kurang aktif selama perawatan
  • Berfokus lebih pada makan
  • Obat-obatan
  • Depresi
  • Hormon berubah

Jika Anda memperhatikan berat badan Anda bertambah, biar dokter Anda tahu dan melihat apa yang menurutnya bisa membantu Anda. Jangan melakukan diet sendiri – tubuh Anda membutuhkan banyak nutrisi selama pengobatan kanker payudara.

Resiko Infeksi yang Lebih Tinggi

Kemoterapi dan terapi radiasi untuk kanker payudara dapat menghentikan tubuh Anda dari membuat sel darah putih, yang melawan infeksi. Cobalah untuk tetap berada di luar keramaian dan jauh dari orang dewasa dan anak-anak yang sakit selama 7 sampai 10 hari setelah Anda menjalani kemoterapi. Saat itulah Anda biasanya memiliki sel darah putih paling sedikit.

Hubungi dokter Anda segera jika Anda sakit. Dia mungkin merekomendasikan antibiotik sebagai tindakan pencegahan. Dokter lain menyarankan agar wanita terkena flu sebelum mereka memulai kemoterapi.

Jika jumlah sel darah putih Anda terlalu rendah, dokter Anda mungkin memberi Anda perawatan yang disebut G-CSF (faktor stimulasi koloni granulocyte – Neulasta atau Neupogen) atau GM-CSF (granulocyte macrophage colony stimulating factor – Leukine).

Kapan Efek Samping Menjadi Darurat?

Hubungi perawat atau dokter Anda jika Anda memiliki:

  • Suhu di atas 100,4 F. Jika Anda demam atau kedinginan, segera beritahu dokter Anda. Jika Anda tidak bisa berhubungan dengan dokter Anda, pergilah ke ruang gawat darurat.
  • Mulut bau, bercak, lidah bengkak, atau gusi berdarah
  • Tenggorokan kering, terbakar, gatal, atau “bengkak”
  • Batuk yang baru atau tidak hilang
  • Perubahan dalam bagaimana kandung kemih Anda bekerja, termasuk kebutuhan untuk pergi dengan segera atau lebih sering, terbakar saat Anda buang air kecil, atau darah dalam air kencing Anda.
  • Perubahan pencernaan, termasuk mulas; mual, muntah, sembelit, atau diare yang parah atau berlangsung lebih lama dari 2 atau 3 hari; atau darah di tinja Anda

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Berbagai Metode Pengobatan Kanker Payudara

Perawatan Mana yang Digunakan Kntuk Kanker Payudara?

Pengobatan Kanker Payudara

Ada beberapa cara untuk mengobati kanker payudara, tergantung jenis dan stadiumnya.

Pengobatan lokal: Beberapa perawatan bersifat lokal, yang berarti mereka mengobati tumor tanpa mempengaruhi bagian tubuh lainnya. Jenis terapi lokal yang digunakan untuk kanker payudara meliputi:

  • Operasi
  • Radioterapi

Perawatan sistemik: Obat yang digunakan untuk mengobati kanker payudara dianggap terapi sistemik karena mereka dapat mencapai sel kanker hampir di manapun di tubuh. Mereka bisa diberikan melalui mulut atau dimasukkan langsung ke aliran darah. Bergantung pada jenis kanker payudara, berbagai jenis pengobatan obat dapat digunakan, termasuk:

  • Kemoterapi
  • Terapi hormon
  • Terapi yang ditargetkan

Banyak wanita mendapatkan lebih dari satu jenis pengobatan untuk kanker mereka.

Bagaimana Kanker Payudara Diobati?

Kebanyakan wanita dengan kanker payudara akan memiliki beberapa jenis operasi untuk mengangkat tumor. Bergantung pada jenis kanker payudara dan seberapa maju, Anda mungkin memerlukan jenis pengobatan lain, baik sebelum atau sesudah operasi, atau kadang-kadang keduanya.

Biasanya, rencana pengobatan didasarkan pada jenis kanker payudara, stadiumnya, dan situasi khusus lainnya:

  • Kanker payudara invasif (stadium I-IV)
  • Karsinoma duktal in situ (DCIS)
  • Karsinoma lobular in situ (LCIS)
  • Kanker payudara inflamasi
  • Kanker payudara saat hamil
  • Kanker payudara triple-negatif

Rencana perawatan Anda juga akan tergantung pada faktor lain, termasuk keseluruhan kesehatan dan preferensi pribadi Anda.

Siapa yang Merawat Kanker Payudara?

Dokter di tim pengobatan kanker Anda mungkin termasuk:

  • Seorang ahli bedah payudara atau ahli onkologi bedah: dokter yang menggunakan operasi untuk mengobati kanker payudara
  • Seorang onkologi radiasi: dokter yang menggunakan radiasi untuk mengobati kanker
  • Ahli onkologi medis: dokter yang menggunakan kemoterapi dan obat-obatan lainnya untuk mengobati kanker
  • Seorang ahli bedah plastik: dokter yang mengkhususkan diri untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh

Banyak spesialis lain mungkin juga bagian dari tim perawatan Anda, termasuk asisten dokter, praktisi perawat, perawat, psikolog, pekerja sosial, ahli gizi, konselor genetik, dan profesional kesehatan lainnya. Lihat Profesional Kesehatan Terkait Dengan Perawatan Kanker untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini.

Membuat Keputusan Pengobatan

Penting untuk mendiskusikan semua pilihan perawatan Anda, termasuk tujuan dan kemungkinan efek sampingnya, dengan dokter Anda untuk membantu membuat keputusan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Ini juga sangat penting untuk diajukan jika ada sesuatu yang tidak Anda yakini. Lihat Pertanyaan untuk Tanya Dokter Anda Tentang Kanker Payudara untuk gagasan.

Mendapatkan Pendapat Kedua

Anda mungkin juga ingin mendapatkan pendapat kedua. Ini bisa memberi Anda lebih banyak informasi dan membantu Anda merasa lebih pasti tentang rencana perawatan yang Anda pilih. Jika Anda tidak yakin ke mana harus mencari pendapat kedua, mintalah bantuan dokter Anda.

Berpikir Untuk Mengambil Bagian Dalam Percobaan Klinis

Percobaan klinis dikaji ulang dengan seksama penelitian yang dilakukan untuk melihat lebih dekat pada perawatan atau prosedur baru yang menjanjikan. Percobaan klinis adalah salah satu cara untuk mendapatkan pengobatan kanker mutakhir. Dalam beberapa kasus mereka mungkin satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke perawatan yang lebih baru. Mereka juga cara terbaik bagi dokter untuk belajar metode yang lebih baik untuk mengobati kanker. Tetap saja, mereka tidak cocok untuk semua orang.

Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang uji klinis yang mungkin tepat untuk Anda, mulailah dengan bertanya kepada dokter Anda apakah klinik atau rumah sakit Anda melakukan uji klinis. Lihat Ujian Klinis untuk mempelajari lebih lanjut.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Cara Mengobati Kanker Payudara Stadium 1-4

Didasarkan pada sistem Stadium AJCC sebelum tahun 2018 yang terutama didasarkan pada ukuran tumor dan status kelenjar getah bening. Karena sistem stadium terbaru untuk kanker payudara sekarang juga mencakup status ER, PR dan HER2, stadiumnya mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari sistem stadium sebelumnya. Apakah strategi pengobatan akan berubah dengan sistem pementasan baru ini belum ditentukan. Anda harus mendiskusikan tahap dan pilihan pengobatan Anda dengan dokter Anda.

Stadium (tingkat) kanker payudara Anda merupakan faktor penting dalam membuat keputusan tentang pilihan pengobatan Anda. Secara umum, semakin banyak kanker payudara telah menyebar, semakin banyak perawatan yang mungkin Anda butuhkan. Tapi faktor lain juga penting, seperti:

  • Jika sel kanker mengandung reseptor hormon (yaitu jika kankernya ER-positif atau PR-positif)
  • Jika sel kanker memiliki sejumlah besar protein HER2 (yaitu jika kankernya HER2-positif)
  • Kesehatan dan preferensi pribadi Anda secara keseluruhan
  • Jika sudah mengalami menopause atau tidak
  • Seberapa cepat kanker tumbuh (diukur dengan kadar atau ukuran lainnya)

Bicarakan dengan dokter Anda tentang bagaimana faktor-faktor ini dapat mempengaruhi pilihan pengobatan Anda.

Stadium 0

Kanker stadium 0 berarti bahwa kanker terbatas pada bagian dalam duktus payudara dan merupakan kanker non-invasif. Pendekatan pengobatan untuk tumor payudara non-invasif ini seringkali berbeda dengan pengobatan kanker payudara invasif. Stadium 0 tumor payudara meliputi karsinoma duktal in situ (DCIS)

Karsinoma lobular in situ (LCIS) dulunya dikategorikan sebagai Tahap 0 tapi ini telah berubah, karena bukan kanker, namun memang menunjukkan risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Carilah informasi lebih lanjut tentang LCIS dalam Kondisi Payudara Non-Kanker.

Stadium 1-3

Pengobatan untuk kanker payudara stadium 1 sampai 3 biasanya mencakup operasi dan terapi radiasi, sering bersamaan dengan kemo atau terapi obat lain baik sebelum atau sesudah operasi.

  • Stadium 1 : Kanker payudara ini masih relatif kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening atau hanya memiliki area kecil penyebaran kanker di kelenjar getah bening sentinel (kelenjar getah bening pertama yang cenderung menyebar oleh kanker).
  • Stadium 2 : Kanker payudara ini lebih besar dari kanker stadium 1 dan telah menyebar ke beberapa kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Stadium 3 : Tumor ini lebih besar atau tumbuh ke jaringan terdekat (kulit di atas payudara atau otot di bawahnya), atau mereka telah menyebar ke banyak kelenjar getah bening terdekat.

Stadium 4 (Kanker Payudara Metastatik)

Kanker stadium 4 telah menyebar ke luar payudara dan kelenjar getah bening di dekatnya ke bagian tubuh yang lain. Pengobatan untuk kanker payudara stadium 4 biasanya merupakan terapi sistemik (obat).

Kanker Payudara Inflamasi

Kanker payudara inflamasi (IBC) dapat berupa stadium 3 atau stadium 4, tergantung pada apakah telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Pengobatan untuk IBC dapat mencakup terapi kemo atau terapi sistemik lainnya, terapi lokal seperti radiasi, dan operasi.

Kanker Payudara Rekuren

Kanker disebut rekuren saat kembali setelah pengobatan. Kekambuhan bisa bersifat lokal (di payudara yang sama atau di bekas luka operasi), regional (di kelenjar getah bening di dekatnya), atau di daerah yang jauh. Pengobatan untuk kanker payudara berulang bergantung pada di mana kanker berulang dan perawatan apa yang Anda miliki sebelumnya.

Kanker Payudara Triple-Negatif

Sel kanker payudara triple-negatif tidak memiliki reseptor estrogen atau progesteron dan juga tidak memiliki terlalu banyak protein yang disebut HER2. Kanker payudara tiga tingkat negatif tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada kebanyakan jenis kanker payudara lainnya. Karena sel kanker tidak memiliki reseptor hormon, terapi hormon tidak membantu dalam mengobati kanker ini. Dan karena mereka tidak memiliki banyak HER2, obat-obatan yang menargetkan HER2 juga tidak membantu. Kemoterapi biasanya merupakan pengobatan standar.

Karena tidak banyak perawatan saat ini untuk jenis kanker payudara ini, jika Anda berada dalam kondisi sehat, Anda mungkin ingin memikirkan untuk mengambil bagian dalam uji coba klinis untuk menguji pengobatan yang lebih baru.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)
“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Kemungkinan Komplikasi Kanker Payudara Lanjutan

Kanker Payudara Tahap 4

Kanker payudara tahap 4 terjadi saat kanker pertama kali muncul di payudara, lalu bermetastasis, atau menyebar ke area lain di tubuh. Area umum untuk metastasis meliputi kelenjar getah bening, dinding dada, tulang, paru-paru, hati, dan otak. Syarat lain untuk kondisi ini termasuk kanker payudara “lanjutan” atau “metastasis”.

Menurut definisi, stadium 4 kanker payudara melibatkan komplikasi, karena sudah bergerak melampaui lokasi kanker aslinya. Tapi komplikasi tambahan bisa terjadi, baik secara langsung dari kanker itu sendiri, atau karena perawatan yang diterima pasien. Komplikasi ini dapat bervariasi tergantung pada jenis kanker, di mana telah menyebar, dan metode pengobatan apa yang sedang digunakan. Beberapa komplikasi yang umum terjadi antara lain:

  • Nyeri yang berhubungan dengan kanker
  • Skeletal (tulang) komplikasi
  • Komplikasi terkait pengobatan, seperti lymphedema, nyeri, dan penyakit

Sakit Yang Berhubungan Dengan Kanker

Kanker dapat menyebabkan rasa sakit pada dirinya sendiri, karena tumor tumbuh dan mengambil alih daerah tubuh yang sebelumnya sehat. Kanker dapat menekan organ, saraf, dan tulang, menyebabkan sakit atau tajam, menusuk rasa sakit. Beberapa jenis kanker bahkan mengeluarkan bahan kimia tertentu yang bisa menimbulkan sensasi yang menyakitkan.

Komplikasi Tulang

Kanker payudara sering menyebar ke tulang, dan bisa jadi ada sejumlah komplikasi skeletal. Masalah ini sering disebabkan oleh resorpsi tulang, proses normal untuk menghancurkan tulang. Pada orang muda yang sehat, tulang dibangun kembali pada tingkat yang sama seperti dipecah. Pada orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki metastasis pada tulang, proses penyerapan terjadi lebih cepat.

Sakit tulang

Perasaan menyakitkan dan menyakitkan di tulang Anda seringkali merupakan pertanda pertama bahwa kanker telah menyebar ke tulang. Seiring kondisi berlangsung, resorpsi menyebabkan penipisan dan melemahnya tulang. Bila tulang menjadi terlalu lemah, patah tulang bisa terjadi, terkadang tanpa ada luka besar yang menyebabkan kerusakan.

Kompresi spinal

Ketika sel kanker tumbuh di atau di dekat tulang belakang, mereka dapat memberi tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf yang berdekatan. Tekanan ini bisa menyebabkan nyeri di punggung atau leher, mati rasa atau kesemutan, dan kesulitan berjalan. Terkadang hal itu dapat menyebabkan kesulitan mengendalikan kandung kemih dan usus. Meskipun kompresi tulang belakang kurang umum dibandingkan komplikasi tulang lainnya, hal itu bisa sangat serius.

Hiperkalsemia

Hiperkalsemia mengacu pada peningkatan kadar kalsium dalam darah. Hal ini terjadi ketika laju penyerapan meningkat, dan kalsium dari tulang dilepaskan ke dalam aliran darah. Hiperkalsemia dapat menyebabkan masalah serius, seperti:

  • Batu ginjal
  • Gagal ginjal
  • Detak jantung tak teratur
  • Masalah neurologis, termasuk kebingungan, demensia, atau koma

Mengobati komplikasi tulang

Kelas obat tertentu, yang disebut bifosfonat, berfungsi untuk memperlambat laju penyerapan. Mereka bekerja dengan menghancurkan osteoklas, sel-sel yang bertanggung jawab untuk resorpsi. Ini membantu menurunkan kadar kalsium dalam darah, memperlambat pelemahan struktur tulang, dan mengurangi nyeri tulang.

Komplikasi Terkait Pengobatan Kanker

Karena perawatan kanker melibatkan pembunuhan dan / atau pemindahan sel abnormal dan normal dari tubuh, biasanya ada efek samping yang tidak menyenangkan yang menyertai mereka. Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin merasa seperti pengobatan bahkan lebih buruk daripada kanker. Penting untuk disadari bahwa rasa sakit dan ketidaknyamanan pengobatan akan hilang. Sel sehat sembuh.

Pengobatan kanker bisa menyebabkan rasa sakit dan sakit. Pengobatan kemoterapi dapat menyebabkan luka mulut, mual, kerusakan saraf, dan diare. Terapi radiasi bisa menyebabkan rasa sakit terbakar dan jaringan parut. Pembedahan tentu saja menyakitkan dan membutuhkan waktu pemulihan yang signifikan.

Lymphedema

Saat dokter mengeluarkan kelenjar getah bening untuk memeriksa sel kanker, hal itu mengganggu aliran cairan getah bening di tubuh. Jika tidak cukup kelenjar getah bening dibiarkan benar mengalirkan cairan dari daerah tertentu, suatu bentuk pembengkakan yang menyakitkan disebut lymphedema dapat terjadi.

Menghilangkan Komplikasi yang Berhubungan Dengan Pengobatan

Lymphedema paling cepat ditangkap. Bisa diobati dengan terapi fisik, pijat, atau lengan kompresi. Rasa sakit dapat diobati dengan penghilang rasa sakit bebas, atau dokter mungkin meresepkan obat penghilang rasa sakit yang lebih kuat. Efek samping dari kemoterapi terkadang bisa diobati dengan obat lain.

Apa Yang Harus Kamu Lakukan

Anda harus memberi tahu dokter kapan pun Anda mengalami rasa sakit atau komplikasi tidak menyenangkan lainnya dari kanker atau perawatan Anda. Mereka bisa menentukan apakah gejalanya menunjukkan masalah yang lebih serius, dan juga bisa bekerja sama dengan Anda untuk mengatasi gejala dan membantu Anda merasa lebih baik, lebih cepat.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Bagaimana Saya Tahu Jika Terapi Kanker Payudara Lanjutan Saya Bekerja?

Mengetahui apakah pengobatan terapi Anda saat ini benar-benar melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mengalahkan kanker payudara Anda, tentu saja sulit untuk mengatakannya sedikit pun. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipikirkan atau dipertimbangkan.

Apa Saja Gejala Kanker Metastatik?

Tidak selalu mudah untuk mengetahui apakah kanker berkembang, meski ada pengobatan. Itu karena tidak selalu menimbulkan gejala baru segera.

Beberapa gejala yang sangat umum dari metastasis kanker payudara adalah:

  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Mati rasa
  • Penurunan berat badan

Hal yang menyulitkan adalah beberapa gejala yang sama bisa menjadi efek samping pengobatan yang buruk seperti:

  • Kemoterapi
  • Terapi hormon
  • Perawatan yang ditargetkan
  • Radiasi

Kanker payudara bisa menyebar ke manapun di tubuh. Situs yang paling umum adalah tulang, otak, hati, dan paru-paru. Gejala yang Anda miliki akan tergantung pada di mana kanker telah menyebar dan seberapa besar tumornya.

Jika Anda mengalami masalah kencing, misalnya, itu bisa berarti bahwa tumor menusuk saraf di punggung Anda. Berikut adalah beberapa gejala metastasis baru menurut situs:

  • Tulang: Anda mungkin mengalami nyeri tajam atau kusam di tulang dan sendi Anda. Mungkin juga ada beberapa pembengkakan. Fraktur tulang dan kompresi tulang belakang juga merupakan tanda metastasis tulang.

Saat tulang rusak akibat kanker, mereka bisa mengeluarkan kalsium ke dalam darah Anda. Ini dikenal sebagai hiperkalsemia. Beberapa gejala hiperkalsemia adalah mual, konstipasi, haus, mudah tersinggung, mengantuk, dan kebingungan.

  • Otak: Gejala bisa termasuk sakit kepala, pusing, masalah penglihatan, kehilangan keseimbangan, mual, atau muntah. Bisa juga terjadi perubahan kepribadian atau perilaku, kebingungan, atau bahkan kejang.
  • Hati: Nyeri perut, terutama di sisi kanan Anda, dapat berarti bahwa kanker telah sampai ke hati Anda. Indikator lainnya adalah perut buncit, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, kulit gatal, ruam, dan ikterus, yang menyebabkan kulit atau mata menguning.
  • Paru-paru: Napas tersengal, batuk kronis, batuk darah, nyeri dada, atau infeksi dada kronis bisa terjadi karena tumor di paru-paru Anda.

Laporkan gejala baru ini dan gejala baru lainnya ke dokter Anda.

Bagaimana Kita Akan Mengawasi Perawatan?

Dengan beberapa perawatan, Anda tahu cukup cepat bahwa mereka gagal. Butuh waktu berbulan-bulan untuk mengevaluasi orang lain. Pada kanker payudara stadium lanjut, pengobatan yang telah bekerja dengan baik untuk beberapa waktu bisa tiba-tiba menjadi tidak efektif.

Itulah mengapa Anda dan tim onkologi Anda memainkan peran penting dalam menilai keefektifan perawatan Anda.

Peran Anda adalah mengikuti panduan pengobatan dan terus memperbaiki dokter Anda pada gejala baru atau yang memburuk. Jika Anda memiliki masalah sama sekali – bahkan jika Anda menganggapnya kecil – jangan abaikan mereka. Komunikasi yang baik adalah kunci.

Sementara dalam perawatan, dokter Anda akan memantau tanda dan gejala, melakukan pemeriksaan fisik, dan menjalankan beberapa tes. Seberapa sering Anda terlihat dan diuji akan bergantung pada area metastasis yang diketahui dan jenis perawatan yang Anda dapatkan.

Jika ditemukan metastasis baru, ada sejumlah tes untuk membantu menentukan apakah itu masalahnya. Diantaranya adalah:

Tes darah

Tes darah biasanya digunakan untuk memantau perawatan. Penanda tumor dalam darah Anda dapat mengindikasikan perkembangan penyakit dan membantu membuat keputusan pengobatan.

Tes kimia darah dapat memberi tahu dokter Anda jika organ tertentu berfungsi dengan baik, dan dapat mengukur:

  • Tingkat enzim hati, termasuk bilirubin, untuk menilai fungsi hati
  • Kalium, klorida, dan nitrogen urea untuk mengevaluasi fungsi hati dan ginjal
  • Tingkat kalsium untuk menguji kesehatan tulang dan ginjal

Jika hasil kimia darah dipertanyakan, tes pencitraan bisa membantu menentukan apakah kanker telah menyebar ke daerah baru.

Imaging Tes

  • CT scan atau MRI scan: Pemindaian kepala, dada, perut, atau panggul bisa membantu dalam menemukan kanker yang telah menyebar ke otak, paru-paru, atau hati Anda. Mereka juga bisa mendeteksi kanker di tulang belakang Anda.
  • Sinar-X: Tes pencitraan sederhana ini bisa memberi dokter Anda gambaran lebih dekat pada tulang, dada, atau perut Anda yang spesifik.
  • Pemindaian tulang: Jika Anda mengalami nyeri tulang di beberapa daerah, pemindaian tulang seluruh tubuh adalah cara yang baik untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke tulang di manapun di tubuh Anda.
  • PET scan: Tes ini bagus untuk menemukan kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening dan bagian tubuh lainnya.

Tes Lainnya

  • Bronchoscopy: Ini adalah prosedur di mana instrumen tipis yang disebut bronchoscope dimasukkan ke tenggorokan Anda dan masuk ke paru-paru Anda. Instrumen memiliki kamera mungil di ujungnya sehingga dokter Anda bisa memeriksa tanda-tanda kanker.
  • Biopsi: Sampel jaringan mencurigakan dapat dianalisis di bawah mikroskop untuk mengetahui apakah itu bersifat kanker.

Memutuskan Pada Langkah Selanjutnya

Tujuan utama pengobatan kanker payudara lanjut adalah untuk memperpanjang hidup dan menjaga gejala tetap terjaga. Jika perawatan Anda saat ini bekerja, Anda dapat melanjutkannya tanpa batas waktu.

Jika perawatan Anda saat ini tidak bekerja, tidak ada alasan untuk melanjutkan. Bicaralah dengan dokter Anda tentang perawatan lain yang mungkin sesuai. Ingatlah hal-hal ini:

  • Tujuan pengobatan anda
  • Bagaimana pengobatan lain bisa diharapkan untuk bekerja
  • Bagaimana pengobatan akan diberikan dan dipantau – dan bagaimana semua itu sesuai dengan kehidupan Anda
  • Keseimbangan potensi manfaat untuk efek samping potensial
  • Jika dan bagaimana efek samping bisa dikelola secara efektif
  • Kualitas hidup Anda secara keseluruhan

Anda mungkin juga ingin mendiskusikan kemungkinan memasuki uji klinis untuk kanker payudara lanjut. Jika Anda memenuhi persyaratan kelayakan, Anda mungkin memiliki akses terhadap perawatan baru dan eksperimental yang tidak dapat ditawarkan oleh dokter Anda.

Ajukan pertanyaan dan biarkan keinginan Anda diketahui.

Bila Anda sudah mencoba semua pilihan pengobatan dan kanker Anda masih berlanjut, Anda mungkin memutuskan untuk berhenti mengobati kankernya.

Jika itu pilihan Anda, Anda masih bisa menerima perawatan paliatif. Itu termasuk manajemen rasa sakit, serta bantuan dengan gejala lainnya. Dokter Anda dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang program perawatan kesehatan di rumah dan rumah sakit untuk membantu Anda dan keluarga Anda.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Terapi Proton Untuk Mengobati Kanker Payudara

Terapi proton adalah jenis terapi radiasi sinar eksternal yang digunakan untuk mengobati kanker. Menggunakan energi dari partikel bermuatan positif yang disebut proton. Terapi proton lebih tepat dibanding terapi radiasi standar. Ini bisa mengantarkan radiasi ke tumor sambil menghemat lebih banyak jaringan sehat di sekitarnya.

Terapi proton bukanlah teknologi baru. Beberapa rumah sakit A.S. telah menggunakannya sejak tahun 1990. Akses terhadap terapi proton terus berkembang, namun masih belum tersedia di mana-mana.

Terapi Proton Untuk Mengobati Kanker Payudara

Terapi radiasi standar dan proton dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan pengobatan kanker payudara lainnya.

Baca terus untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana terapi proton dibandingkan dengan terapi radiasi standar.

Bagaimana Terapi Proton Bekerja?

Dalam radiasi standar, sinar foton menyetorkan radiasi ke jaringan sehat dalam perjalanan menuju tumor, masuk ke tumor, dan di luar tumor.

Sinar proton lebih tepat. Dosis radiasi yang lebih tinggi terkonsentrasi pada tumor, sementara jaringan sehat di sekitarnya menerima jumlah yang jauh lebih kecil.

Ini bisa sangat penting saat merawat tumor yang berada di dekat organ penting. Contoh dari hal ini pada kanker payudara adalah ketika tumor berada di dekat jantung dan paru-paru.

Seperti Apa Prosedurnya?

Prosedur untuk terapi proton sama dengan jenis terapi radiasi lainnya.

Pada tahap perencanaan, Anda mungkin memerlukan pemindaian MRI atau CT untuk membantu mengidentifikasi area yang memerlukan perawatan. Tim radiasi Anda akan menentukan posisi terbaik dan menandai area tubuh Anda untuk diobati. Tanda kecil itu mungkin bersifat sementara atau permanen.

Tim Anda akan menempatkan Anda pada posisi yang sama untuk semua perawatan. Begitu Anda berada dalam posisi, Anda harus tetap diam diam. Mesin proton akan berputar di sekitar Anda dan memberikan sinar proton ke tempat yang benar. Ada lagi jenis mesin proton yang tidak bergerak, tapi mejanya tidak.

Anda tidak akan merasakan apapun selama perawatan. Anda akan bisa pulang begitu selesai.

Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk masuk ke posisi yang benar. Ini bisa memakan waktu setengah jam atau lebih. Pengobatan yang sebenarnya hanya memakan waktu beberapa menit.

Terapi proton biasanya diberikan lima hari seminggu selama beberapa minggu. Dokter Anda akan mendasarkan jadwal pada situasi spesifik Anda.

Apa Efek Samping dan Komplikasinya?

Efek samping terapi proton sama dengan radiasi standar. Tapi karena jauh lebih tepat, Anda mungkin memiliki lebih sedikit efek samping yang lebih ringan. Beberapa efek samping potensial adalah:

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri di daerah perawatan
  • Kulit kemerahan dan iritasi

Risiko komplikasi serius akibat kerusakan pada jantung atau paru-paru Anda lebih rendah daripada radiasi standar.

Terapi Proton vs Terapi Radiasi Standar

Terapi proton dan terapi radiasi standar dilakukan dengan cara yang sama. Perbedaan utama antara keduanya adalah terapi proton yang lebih tepat.

Setiap terapi radiasi memiliki risiko. Salah satu risiko adalah peningkatan kesempatan untuk mengembangkan kanker sekunder di masa depan.

Saat merawat tumor payudara, tim radiasi mencoba menghindari bahaya pada jantung dan paru-paru. Hal ini sangat sulit bila kanker berada di sisi kiri, lebih dekat ke jantung.

Dibandingkan dengan radiasi standar, terapi proton menghadapkan wanita dengan kanker payudara sisi kiri untuk mengurangi radiasi ke jantung, paru-paru, dan payudara lainnya.

Sebuah studi oleh Mayo Clinic menemukan bahwa terapi proton mungkin kurang beracun dan lebih efektif daripada radiasi standar.

Karena terapi proton mempengaruhi area yang lebih kecil, kemungkinan besar itu bisa digunakan jika kanker kembali ke lokasi semula. Hal ini biasanya tidak mungkin dilakukan setelah area tubuh Anda dirawat dengan radiasi standar.

Terapi Proton Setelah Mastektomi

Terapi radiasi bisa digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang tetap berada di dinding dada atau kelenjar getah bening setelah mastektomi. Terapi radiasi setelah mastektomi meningkatkan ketahanan hidup pada kanker payudara stadium lanjut, menurut penelitian yang diterbitkan oleh Radiation Oncology. Ini adalah tantangan, tapi tujuannya adalah melakukan ini tanpa membahayakan jaringan sehat. Efek sampingnya meliputi:

  • Pneumonitis radiasi
  • Penyakit perikardial
  • Gagal jantung kongestif
  • Aterosklerosis koroner

Jantung sangat rentan saat kanker berada di sisi kiri dada.

Dalam uji klinis kecil yang dilaporkan dalam Radiation Oncology, terapi proton setelah mastektomi memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada radiasi standar. Ini mungkin membantu saat merawat wanita dengan jantung atau kondisi lain yang membuat radiasi standar menjadi sulit.

Prosesnya lebih rumit jika Anda ingin rekonstruksi payudara. Biasanya lebih mudah memulai proses rekonstruksi bersamaan dengan mastektomi Anda. Namun, jika Anda juga memiliki terapi radiasi standar, dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk menunda operasi rekonstruktif sampai Anda menyelesaikan terapi.

Di sisi lain, terapi proton dapat digunakan jika Anda memiliki rekonstruksi segera, bahkan jika Anda memiliki ekspander atau implan.

Terapi Proton Setelah Lumpektomi

Pengobatan kanker payudara biasanya melibatkan beberapa terapi. Pembedahan, baik mastektomi atau lumpektomi, sering dikombinasikan dengan terapi radiasi. Terapi proton setelah lumpektomi menghadapkan Anda pada toksisitas terkait radiasi.

Cara Menentukan Pengobatan Mana yang Tepat Untuk Anda

Tim onkologi Anda akan membuat rekomendasi berdasarkan spesifik dari kanker payudara Anda, seperti:

  • Tipe
  • Ukuran tumor primer
  • Tahap atau stadium

Jika radiasi dianjurkan, tanyakan apakah terapi proton adalah pilihan tepat untuk Anda. Cari tahu bagaimana manfaat dan risiko masing-masing jenis dapat mempengaruhi Anda.

Terapi proton tidak tersedia di mana-mana, jadi dokter Anda akan memberi tahu Anda jika itu adalah pilihan di mana Anda tinggal. Terapi standar dan proton melibatkan sesi harian selama beberapa minggu. Jika Anda harus menempuh jarak jauh setiap hari, itu bisa menjadi beban.

Banyak rencana asuransi kesehatan yang mencakup terapi radiasi standar juga mencakup terapi proton. Jika Anda harus menempuh perjalanan jauh dari rumah, pusat perawatan mungkin tidak berada dalam jaringan asuransi Anda. Pastikan untuk memeriksa titik-titik ini dengan perusahaan asuransi Anda sebelum Anda memulai. Kantor dokter Anda dapat membantu Anda dengan rincian ini.

Kesimpulan

Proton therapy adalah bentuk terapi radiasi. Ini memberi tim radiasi ketepatan yang lebih terkontrol sehingga jaringan sehat yang mengelilingi daerah kanker kurang terpengaruh.

Jika Anda memutuskan jenis terapi radiasi mana yang terbaik untuk Anda, bicarakan dengan tim onkologi Anda. Mereka dapat membantu memandu Anda melalui proses pengambilan keputusan.

Baca juga info : Apa Hubungan Selenium dan Kanker Payudara

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Apa Hubungan Antara Selenium dan Kanker Payudara?

Selenium dan Kanker Payudara

Selenium dan Kanker Payudara

Selenium adalah nutrisi penting bagi kesehatan manusia. Dan sebagai antioksidan, bisa membantu melawan penyakit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat selenium yang rendah dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker tertentu. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apakah ada kaitan antara asupan selenium dan risiko kanker payudara pada khususnya.

Bidang penelitian lainnya adalah apakah selenium dari suplemen diet memiliki efek yang sama seperti selenium yang kita dapatkan dari makanan.

Seperti halnya dengan banyak vitamin dan mineral, mungkin untuk mendapatkan terlalu banyak hal yang baik.

Teruslah membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana selenium berhubungan dengan kanker payudara dan apa yang perlu Anda ketahui sebelum mengkonsumsi suplemen selenium.

Apa Itu Selenium dan Apa Fungsinya?

Selenium adalah mineral yang ditemukan di dalam tanah. Selenium secara alami muncul dalam air dan beberapa makanan. Selenium adalah suatu unsur kimia dengan nomor atom 34, diwakili oleh simbol kimia Se, massa atom 78,96. Se ini bukan logam, tetapi zat kimia yang berhubungan dengan sulfur dan telurium, dan merupakan unsur di alam. Manusia hanya perlu jumlah yang sangat kecil, selenium memainkan peran penting dalam metabolisme.

Selenium sangat penting untuk kesehatan yang baik, membantu dengan:

  • Fungsi tiroid
  • Fungsi sistem kekebalan tubuh
  • Reproduksi
  • Sintesis DNA
  • Perlindungan dari radikal bebas dan infeksi

Asupan selenium terakhir Anda bisa diukur dengan darah dan air kencing. Asupan jangka panjang bisa diukur pada rambut dan kuku.

Berapa Banyak yang Saya Butuhkan dan Makanan Apa yang Mengandung Selenium?

Tubuh Anda tidak membuat selenium sendiri. Anda harus mendapatkannya dari makanan, tapi Anda hanya butuh sedikit.

Tunjangan harian yang direkomendasikan (RDA) Anda tergantung pada usia Anda. Ini diukur dalam mikrogram.

Berikut ini merupakan takaran yang tepat untuk dikonsumsi per hari menurut jenis kelamin dan usia kita.

  • Bayi usia 0-6 bulan membutuhkan 5 mcg
  • Bayi usia 7-11 bulan membutuhkan 10 mcg
  • Anak usia 1-3 tahun membutuhkan 17 mcg
  • Anak usia 4-9 tahun membutuhkan 20 mcg
  • Perempuan usia 10-12 tahun membutuhkan 20 mcg
  • Perempuan usia 13-80 tahun ke atas membutuhkan 30 mcg
  • Perempuan hamil membutuhkan sekitar 35 mcg
  • Perempuan menyusui membutuhkan sekitar 40 mcg
  • Laki-laki usia 10-12 tahun membutuhkan 20 mcg
  • Laki-laki usia 13-80 tahun ke atas membutuhkan 30 mcg

Anda bisa mendapatkan dari tanaman yang tumbuh di tanah yang mengandung selenium, serta dari hewan yang memakan tanaman tersebut.

Anda akan menemukannya di makanan seperti:

  • Makanan laut
  • Daging
  • Sereal, roti, dan produk gandum lainnya
  • Unggas, telur, dan produk susu

Kacang Brasil sangat tinggi selenium. Satu kacang Brazil bisa memiliki 68 sampai 91 mikrogram selenium. Namun, konsumsi kacang Brazil secara teratur atau selenium secara keseluruhan dapat menyebabkan toksisitas selenium.

Di sisi lain, kekurangan selenium dapat menyebabkan:

  • Infertilitas pria
  • Sejumlah penyakit jantung
  • Sejumlah arthritis

Di Amerika Serikat, kekurangan selenium sangat jarang terjadi. Sebagian besar dari kita bisa mendapatkan semua yang kita butuhkan dari makanan kita karena kita makan makanan dari banyak sumber.

Pengecualian mungkin orang yang:

  • Sedang menjalani dialisis ginjal
  • Memiliki HIV
  • Hanya makan makanan yang ditanam di tanah lokal yang tidak memiliki cukup selenium

Beberapa makanan telah menambahkan selenium.

Apa yang Dikatakan Penelitian Tentang Selenium dan Kanker Payudara

Selenium memiliki beberapa khasiat yang bisa membantu mencegah beberapa jenis kanker. Persis bagaimana hal ini bisa dilakukan tidak jelas. Ini mungkin ada kaitannya dengan sifat antioksidan yang mengurangi kerusakan DNA.

Beberapa penelitian tidak menemukan hubungan antara selenium dan kanker payudara. Beberapa telah tidak meyakinkan, namun penelitian lain tampaknya menunjukkan semacam hubungan.

Berikut adalah beberapa hal:

  • Sebuah studi tahun 2017 melihat dampak selenium serum rendah pada kelangsungan hidup wanita dengan kanker payudara. Penelitian tersebut menyarankan bahwa tingkat selenium di atas 64,4 μg // L (mikrogram per liter) mungkin bermanfaat bagi wanita dalam pengobatan kanker payudara. Studi tersebut mencatat bahwa suplemen selenium dapat membantu, namun diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi hal ini.
  • Sebuah meta-analisis 2016 menunjukkan adanya hubungan terbalik antara selenium dan risiko kanker total, termasuk kanker payudara. Para peneliti menemukan bahwa suplemen selenium tidak terkait dengan risiko kanker. Mereka mencatat bahwa berbagai jenis suplemen selenium mungkin memiliki efek berbeda pada kesehatan.
  • Sebuah studi tahun 2014 menunjukkan bahwa ketika selenium melekat pada antibodi monoklonal yang digunakan untuk mengobati kanker payudara, lebih baik menghancurkan sel kanker pada wanita yang telah mengembangkan ketahanan terhadap kemoterapi.
  • Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa terapi radiasi mengurangi kadar serum selenium pada wanita dengan kanker payudara.

Pada tahun 2013, Food and Drug Administration (FDA) AS mengizinkan suplemen diet dengan selenium untuk menyatakan, “beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi selenium dapat mengurangi risiko bentuk kanker tertentu … FDA telah menetapkan bahwa bukti ini terbatas dan tidak konklusif. . “

Badan ini mencatat bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi hubungan antara selenium dan risiko kanker, serta apakah suplemen sangat membantu dalam mencegah segala bentuk kanker.

Apa yang Harus Anda Ketahui Tentang Suplemen Selenium

Jika Anda mengonsumsi multivitamin dengan mineral, mungkin mengandung selenium. Selenium juga tersedia sebagai suplemen yang berdiri sendiri.

Jika Anda menderita kanker payudara, penting untuk berbicara dengan ahli onkologi Anda sebelum mengkonsumsi selenium atau suplemen diet lainnya. Beberapa bisa mengganggu perawatan Anda atau menimbulkan masalah lain.

FDA mengatur suplemen diet, tapi sebagai makanan – bukan sebagai obat terlarang. Itu berarti mereka tidak melalui persyaratan keamanan dan efektivitas yang sama seperti obat-obatan.

Jadi, jika Anda memutuskan untuk mengambil suplemen, pastikan untuk mencari sumber yang terpercaya. Ada kasus di mana produk over-the-counter ditandai dengan tidak benar dan memiliki jumlah selenium yang sangat banyak.

Contoh dari hal ini terjadi pada tahun 2008 ketika setidaknya 201 orang memiliki reaksi merugikan yang parah dari suplemen makanan selenium. Itu lebih dari 200 kali jumlah yang ditunjukkan pada label.

Kemungkinan Efek Samping dan Risiko Mengonsumsi Selenium Terlalu Banyak

Beberapa tanda pertama bahwa Anda mengkonsumsi terlalu banyak selenium adalah rasa logam di mulut Anda atau bau bawang putih dalam napas Anda.

Asupan selenium kronis disebut selenosis. Beberapa tanda dan gejala adalah:

  • Wajah rusak
  • Ruam kulit
  • Kelelahan
  • Rambut rontok
  • Cepat marah
  • Lesi pada kulit dan sistem saraf
  • Pusing
  • Gigi berlubang
  • Nyeri otot
  • Kuku keriput atau kehilangan kuku
  • Mual
  • Diare

Berhati-hatilah jika Anda berencana mengonsumsi selenium ekstra dalam bentuk suplemen makanan.

Toksisitas selenium akut dapat menyebabkan:

  • Gejala gastrointestinal dan neurologis berat
  • Sindrom gangguan pernafasan
  • Infark miokard
  • Kelainan sistem saraf, tremor
  • Gagal ginjal
  • Gagal jantung
  • Kematian

Selenium juga bisa berinteraksi dengan beberapa obat, seperti obat kemoterapi Cisplatin.

Segera temui dokter Anda jika Anda mengalami gejala overdosis selenium.

Kesimpulan

Penelitian seputar selenium dan kanker payudara sangat menarik, namun banyak pertanyaan tetap ada.

Anda mungkin mendapatkan semua selenium yang Anda butuhkan dari makanan Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang seberapa banyak Anda mendapatkan atau apakah Anda harus mengkonsumsi suplemen, ada baiknya Anda berdiskusi dengan dokter atau apoteker Anda.

Baca juga info : Apa Saja Pilihan Pengobatan Untuk Kanker Payudara Triple-Negatif

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Apa Saja Pilihan Pengobatan Untuk Kanker Payudara Triple-Negatif?

Kanker payudara triple-negatif (TNBC) adalah sejenis kanker payudara. Ini cenderung lebih agresif daripada jenis kanker payudara lainnya, yang berarti tumbuh dan menyebar lebih cepat. Sekitar 15 sampai 20 persen kanker payudara bersifat negatif tiga kali lipat.

Tumor kanker dinilai pada skala 1 sampai 3. Tumor TNBC cenderung stadium 3, yang berarti sel kanker memiliki sedikit kemiripan dengan normal, sel payudara sehat. Tumor TNBC juga menguji negatif reseptor estrogen (ER), reseptor progesteron (PR), dan gen yang disebut reseptor faktor pertumbuhan epidermal manusia 2 (HER2).

Karena tidak ada reseptor untuk ER, PR, atau HER2, TNBC tidak merespons terapi tertarget seperti tamoxifen dan trastuzumab (Herceptin). Ini biasanya digunakan untuk jenis kanker payudara lainnya.

Untungnya, TNBC dapat diobati secara efektif.

Bagaimana Penanganan Kanker Payudara Triple-Negatif?

Rencana perawatan Anda untuk TNBC kemungkinan akan mencakup kombinasi operasi, radiasi, dan kemoterapi.

Operasi

Pada operasi pembesaran payudara, atau lumpektomi, tumor dan sejumlah kecil jaringan di sekitarnya diangkat.

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin memerlukan mastektomi dan bukan lumpektomi. Ada beberapa jenis mastektomi:

  • Mastektomi total atau sederhana, yaitu pengangkatan payudara, puting susu, areola, dan sebagian besar kulit di atasnya.
  • Modifikasi mastektomi radikal, yang juga mencakup pengangkatan lapisan pada otot dada dan kelenjar getah bening aksila di bawah lengan. Bagian dinding dada terkadang dilepas.
  • Radikal mastektomi, yang merupakan prosedur langka yang juga mencakup pengangkatan otot dada.

Jika Anda berencana untuk rekonstruksi, mastektomi yang hemat kulit atau puting susu mungkin merupakan pilihan, namun hanya jika tidak ada bukti kanker di dekat kulit atau areola. Dalam kebanyakan kasus, mastektomi memerlukan tempat tinggal di rumah sakit semalam. Waktu pemulihan sekitar enam minggu. Rekonstruksi payudara membutuhkan prosedur tambahan.

Setelah mastektomi, saluran pembuangan akan ditinggalkan di dada Anda agar cairan bisa keluar. Mereka akan dihapus dalam satu atau dua minggu. Efek samping mastektomi bisa meliputi:

  • Kendur dan pembengkakan dada
  • Nyeri ketiak atau kekakuan bahu
  • Nyeri payudara phantom dan sensasi yang tidak biasa
  • Hilangnya nodus kelenjar getah bening dapat meningkatkan risiko pembengkakan lengan, yang dikenal sebagai lymphedema.

Jenis operasi yang Anda miliki bergantung pada berbagai faktor, diantaranya:

  • Jumlah, ukuran, dan lokasi tumor
  • Apakah ada kanker di daerah kulit atau puting susu
  • Jika ada kelainan lain pada payudara
  • Apakah Anda merencanakan rekonstruksi payudara atau tidak

Jika Anda tidak mengalami rekonstruksi, Anda bisa dipasang di payudara palsu sekitar enam minggu.

Radioterapi

Radiasi digunakan untuk membunuh sel kanker yang mungkin tertinggal setelah operasi. Radiasi balok akan ditargetkan ke daerah di mana kanker ditemukan. Ini mungkin sangat penting jika kanker ditemukan di dekat dinding dada atau di kelenjar getah bening Anda.

Untuk membantu target sinar radiasi, dada Anda akan ditandai dengan tato mungil. Karena radiasi tidak bisa diulang di lokasi yang sama jika kanker kambuh, tato akan membantu memandu pengobatan di masa depan.

Radiasi biasanya diberikan lima hari seminggu selama lima atau enam minggu. Perhatian yang besar akan diberikan untuk membuat tubuh Anda berada pada posisi yang tepat. Perlakuan itu sendiri hanya memakan waktu beberapa menit, di mana Anda harus tetap diam diam.

Efek samping terapi radiasi meliputi:

  • Kulit terbakar seperti sinar matahari dan iritasi
  • Kering, kulit gatal
  • Lemas

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang efektif untuk TNBC, terutama saat kanker tertangkap pada tahap awal. TNBC dapat merespons kemoterapi dengan lebih baik daripada kanker payudara reseptor positif hormon.

Obat kemoterapi adalah jenis perawatan sistemik. Ini berarti mereka dirancang untuk menghancurkan sel kanker, tidak peduli ke mana mereka bepergian ke tubuh Anda. Tujuannya adalah untuk mencegah kanker payudara menyebar atau bermetastasis.

Kemoterapi dapat digunakan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi, atau bisa diberikan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang patuh.

Ada berbagai obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati TNBC, termasuk:

  • AC: doksorubisin (Adriamycin) dengan siklofosfamid
  • FAC (atau CAF): AC plus fluorouracil (5FU)
  • FEC (atau CEF atau EC): epirubicin (Ellence) diberikan sebagai pengganti doksorubisin
  • Taxanes: paclitaxel dan docetaxel (Taxotere) yang diberikan dengan AC (ACT) atau FEC (FEC-T)

Obat ini biasanya diberikan secara intravena dalam siklus 1-3 minggu. Seluruh perawatan bisa berlangsung 3-6 bulan atau lebih dalam beberapa kasus. Efek samping kemoterapi bisa meliputi:

  • Mual atau muntah
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Luka pada area mulut
  • Perubahan kuku pada jari tangan dan kaki
  • Lemas
  • Kambut rontok

Uji Klinis

Uji klinis adalah cara untuk menguji keefektifan terapi baru yang potensial untuk TNBC. Dengan mengambil bagian dalam percobaan klinis, Anda membantu mempercepat penelitian pengobatan TNBC.

Ujian dapat menawarkan akses terhadap perawatan yang belum disetujui untuk penggunaan umum. Anda akan dipantau secara ketat, tapi tidak ada jaminan bahwa perawatan akan berhasil. Atau Anda akan menerima perawatan standar (atau rutin) sehingga para peneliti dapat membandingkan hasilnya dengan pasien yang menjalani pengobatan eksperimental (atau investigasi). Beberapa penelitian menggunakan kombinasi perlakuan standar dan penanganan penelitian. Dalam studi ini, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan dari pengobatan standar sambil juga membantu penelitian lanjutan TNBC dengan perawatan baru.

Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum berpartisipasi dalam uji klinis:

  • Kedekatan pengobatan dengan tempat tinggal anda
  • Seberapa sering Anda akan diminta ke dokter atau melakukan tes tambahan
  • Efek samping yang tidak diketahui
  • Apa yang akan dicakup oleh asuransi kesehatan Anda dan apa potensi pengeluaran. Langsung dan tidak langsung Anda secara langsung dan tidak langsung

Untuk berpartisipasi, Anda harus memenuhi kualifikasi tertentu mengenai diagnosis,
Perawatan yang telah Anda terima, dan keseluruhan kesehatan Anda.

Dokter Anda dapat memberikan lebih banyak informasi tentang uji klinis yang mungkin Anda memenuhi syarat. Anda juga dapat mengunjungi database National Cancer Institute yang dapat dicari.

Pandangan

TNBC lebih agresif dan terkadang lebih sulit diobati daripada beberapa jenis kanker payudara lainnya. Pandangan Anda bergantung pada berbagai faktor, seperti jumlah dan ukuran tumor, grade, dan keterlibatan kelenjar getah bening.

Tingkat kelangsungan hidup setelah kambuh lebih pendek daripada jenis kanker payudara lainnya. Tingkat kambuh tinggi dalam lima tahun pertama, dengan puncak pada tiga tahun pasca operasi. Setelah itu, tingkat relaps menurun secara signifikan.

Sebuah studi di tahun 2007 menemukan bahwa 77 persen wanita dengan TNBC bertahan lima tahun. Wanita dengan jenis kanker payudara lainnya memiliki tingkat kelangsungan hidup 93 persen lima tahun.

Perlu dicatat bahwa mayoritas wanita yang diobati untuk TNBC tidak kambuh lagi.

Baca juga info : Bagaimana Pengobatan Alternatif Dapat Membantu Kanker Payudara?

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Bagaimana Pengobatan Alternatif Dapat Membantu Kanker Payudara

Komplementer dan Pengobatan Alternatif (CAM): Pilihan Pengobatan untuk Kanker Payudara

Bagaimana pengobatan CAM bisa membantu dengan kanker payudara

Jika Anda memiliki kanker payudara, Anda mungkin ingin mengeksplorasi berbagai metode pengobatan untuk melengkapi pengobatan tradisional. Pilihannya meliputi akupunktur, diet detoksifikasi, pengobatan tradisional, dan antioksidan, di antara alternatif lainnya. Ini dikenal sebagai pengobatan komplementer dan alternatif (CAM).

Banyak orang menggunakan perawatan CAM untuk membantu meringankan efek samping, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Meskipun beberapa perawatan CAM efektif, tidak semua aman. Penting untuk diingat bahwa ini adalah pengobatan komplementer dan sebaiknya tidak digunakan menggantikan rencana perawatan yang disetujui oleh dokter Anda.

Pengobatan CAM 1: Diet khusus

Diet sehat merupakan bagian penting dari pengobatan kanker. Anda harus makan dengan baik apakah Anda menggunakan metode tradisional atau CAM.

Namun, beberapa orang dengan kanker payudara mungkin mulai menjalani diet khusus menggantikan obat antikanker.

Anda harus menghindari makanan yaitu:

  • Lemak tinggi
  • Garam berlebih
  • Merokok
  • Minuman Beralkohol

Anda juga harus meningkatkan konsumsi buah, sayuran, dan makanan nabati.

Sebelum beralih diet Anda, bicarakan dengan dokter Anda. Mereka dapat bekerja sama dengan Anda untuk membuat rencana nutrisi yang dapat membantu Anda membangun kekuatan dan mempertahankan pertahanan alami tubuh Anda.

Pengobatan CAM 2: Suplemen antioksidan

Antioksidan menurunkan risiko kanker dengan membantu melindungi tubuh Anda dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang bisa membahayakan sel.

Biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran tertentu kaya akan antioksidan makanan, termasuk:

  • Beta karoten
  • Lycopene
  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • Vitamin E

Antioksidan ini dapat ditemukan pada makanan berikut ini:

  • Goji berries
  • Blueberry liar
  • Coklat hitam
  • Kacang pikan
  • Kacang merah

Mereka juga tersedia melalui suplemen diet. Namun, penelitian dicampur pada apakah suplemen antioksidan aman digunakan selama pengobatan kanker.

Suplemen diet mungkin:

  • berinteraksi dengan obat resep
  • mengandung obat resep sintetis terkontaminasi
  • mengandung kontaminan yang tidak diketahui

Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi tak terduga. Orang dengan kanker payudara harus menggunakannya dengan hati-hati.

Terkait : Apa Suplemen Anti Kanker Terbaik?

Jika Anda ingin mencoba suplemen antioksidan, pastikan untuk berbicara dengan dokter terlebih dahulu. Mereka dapat menjelaskan risiko dan manfaat pribadi Anda.

Perawatan CAM 3: Terapi pikiran, tubuh, dan jiwa

Praktik pikiran-tubuh dimaksudkan untuk memperbaiki dampak positif pikiran Anda terhadap bagian tubuh Anda yang lain.

Contoh dari praktik ini meliputi:

  • Terapi seni
  • Terapi musik
  • Aromaterapi
  • Meditasi
  • Yoga
  • Berjalan di labirin
  • Reiki
  • Tai Chi

Setiap terapi menargetkan pikiran, tubuh, dan jiwa Anda menggunakan teknik meditasi dan aktivitas kreatif yang membantu meningkatkan kualitas hidup Anda. Beberapa solusi, seperti terapi seni dan terapi musik, paling efektif saat bekerja dengan praktisi berlisensi.

Penelitian telah membuktikan bahwa jenis terapi pikiran, tubuh, dan jiwa ini efektif untuk menghilangkan stres, kegelisahan, dan rasa sakit, namun tidak boleh digunakan sebagai pengganti rencana pengobatan yang direkomendasikan dokter.

Pengobatan CAM 4: Terapi Pijat

Terapi pijat diketahui bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi kecemasan, nyeri, dan kelelahan. Satu studi 2003 menemukan bahwa pada wanita yang menderita kanker payudara, terapi pijat membantu mengurangi tidak hanya kecemasan dan rasa sakit, tetapi juga kebutuhan akan obat penghilang rasa sakit.

Studi lain yang dirilis sekitar waktu itu menemukan bahwa terapi pijat dan relaksasi otot progresif membantu meningkatkan sel darah putih pelindung pada wanita dengan kanker payudara stadium 1 dan stadium 2.

Jika Anda ingin memasukkan terapi pijat ke dalam rutinitas Anda, pastikan Anda bekerja dengan praktisi berlisensi yang dilatih untuk menghindari atau bekerja di area sensitif yang terpengaruh oleh perawatan tradisional.

Pengobatan CAM 5: Akupunktur

Akupunktur adalah bagian sentral pengobatan tradisional Tiongkok yang dapat membantu meringankan gejala kanker payudara dan efek samping pengobatan. Akupunktur mengharuskan seorang praktisi memasang jarum suntik yang steril ke titik akupunktur – titik-titik tertentu pada kulit Anda – kemudian dengan lembut memindahkan mereka untuk merangsang sistem saraf Anda.

Penelitian telah menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu:

  • Meredakan kelelahan
  • Kontrol hot flashes
  • Mengurangi muntah
  • Mengurangi rasa sakit
  • Membantu mengurangi mual

Namun, hal itu membawa beberapa risiko, seperti:

  • Infeksi
  • Berdarah
  • lymphedema, yang bengkak disebabkan oleh kelebihan cairan, di lengan Anda

Terkadang para praktisi memasukkan suplemen herbal ke dalam perawatan akupunktur. Orang yang menjalani kemoterapi sebaiknya tidak menggunakan suplemen herbal karena diketahui bisa mengurangi keefektifan kemoterapi. Pastikan untuk berbicara dengan dokter Anda tentang kebutuhan Anda dan teknik apa yang mungkin mereka gunakan untuk Anda.

Pengobatan CAM 6: Biofeedback

Pelatihan biofeedback digunakan untuk mengobati efek samping kemoterapi. Selama biofeedback, Anda tersambung ke sensor listrik yang memantau perubahan halus dalam tubuh Anda.

Metode ini dapat membantu Anda mendapatkan kekuatan sadar atas tubuh Anda sehingga Anda dapat mengendalikan tindakan yang biasanya otonom, atau tidak disengaja. Fungsi ini meliputi:

  • Ketegangan otot
  • Denyut jantung
  • Tekanan darah

Dokter Anda akan menentukan jenis teknik biofeedback yang terbaik untuk mengobati gejala Anda.

Menurut Mayo Clinic, Resperate adalah satu-satunya perangkat biofeedback yang disetujui oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan A.S. Jadi hati-hati mesin yang dipasarkan untuk keperluan di rumah. Beberapa mungkin curang dan bisa menyebabkan kerusakan.

Berbagai Rencana Pengobatan Tradisional Untuk Kanker Payudara Anda

Ada lima jenis perawatan standar yang digunakan untuk mengobati kanker payudara:

  • Operasi
  • Radioterapi
  • Kemoterapi
  • Terapi hormon
  • Terapi yang ditargetkan

Pembedahan dan terapi radiasi dianggap terapi lokal karena mereka mengobati sel kanker tanpa mempengaruhi bagian tubuh Anda yang lain. Terapi lokal paling efektif pada tahap awal kanker payudara.

Kemoterapi, terapi hormon, dan terapi yang ditargetkan dikenal sebagai terapi sistemik. Terapi sistemik menggunakan obat untuk mengobati kanker payudara. Obat-obatan tersebut masuk ke aliran darah Anda dengan menggunakan oral atau suntikan dan mencapai tumor yang telah menyebar ke seluruh tubuh Anda. Terapi sistemik lebih efektif pada stadium lanjut kanker payudara.

Beberapa perawatan kanker payudara, seperti kemoterapi, dapat menyebabkan efek samping yang berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah terapi berakhir. Beberapa rencana perawatan mungkin memerlukan banyak pengobatan sekaligus, atau satu demi satu.

Tahap dan jenis kanker payudara akan menentukan jenis rencana pengobatan yang sedang Anda jalani. Tingkat lanjut kanker payudara biasanya memerlukan kombinasi terapi lokal dan sistemik. Pada awal, kanker payudara yang dilokalisir atau dapat dioperasi mungkin hanya memerlukan pembedahan. Namun, dokter Anda mungkin menginginkan Anda menjalani perawatan pasca operasi untuk mengurangi kemungkinan tumor muncul kembali.

Bicarakan Dengan Dokter Anda

Pastikan Anda berbicara dengan dokter Anda sebelum memulai perawatan alternatif ini. Dokter Anda dapat memberi tahu Anda apakah terapi komplementer atau alternatif akan efektif untuk tahap kanker payudara Anda, dan mengarahkan Anda menjauh dari produk palsu.

Mereka juga dapat memberi tahu Anda penelitian apa yang tersedia mengenai perawatan CAM yang berbeda, apa yang tidak diketahui tentang mereka, dan apakah aman. Dokter Anda juga bisa menulis rujukan atau rekomendasi untuk perawatan CAM yang sesuai. Begitu Anda memiliki semua informasi, Anda dapat membuat keputusan yang benar-benar tepat.

Kesimpulan

Perawatan CAM tidak boleh digunakan menggantikan rencana pengobatan yang direkomendasikan dokter Anda. Pengobatan CAM tidak dianggap sebagai alternatif yang efektif untuk pengobatan lini pertama untuk kanker payudara.

Meskipun banyak perusahaan asuransi besar mengenakan perawatan CAM, beberapa mungkin tidak. Karena ini, mungkin akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. Anda harus memastikan untuk menyelidiki jenis perawatan CAM yang Anda minati dan apakah sudah selesai sebelum melakukan waktu, uang, dan energi Anda.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya