Membahas Semua Tentang Kanker Tenggorokan

Apa Itu Kanker Tenggorokan?

Poin Kunci

  • Kanker tenggorokan sering dikelompokkan menjadi dua kategori: kanker faring dan kanker laring.
  • Kanker tenggorokan relatif jarang terjadi dibandingkan dengan kanker lainnya.
  • Gejala kanker tenggorokan termasuk batuk darah, masalah menelan, dan kelenjar getah bening bengkak.

Kanker adalah kelas penyakit dimana sel abnormal berkembang biak dan membelah secara tak terkendali di dalam tubuh. Sel-sel abnormal ini membentuk pertumbuhan ganas yang disebut tumor. Tenggorokan kanker mengacu pada kanker dari kotak suara, pita suara, dan bagian lain dari tenggorokan, seperti amandel dan orofaring.

Kanker tenggorokan sering dikelompokkan menjadi dua kategori: kanker faring dan kanker laring. Kanker faring terbentuk di faring. Ini adalah tabung berongga yang membentang dari belakang hidung sampai ke puncak tenggorokan Anda. Kanker laring terbentuk di laring, yang merupakan kotak suara Anda.

Kanker tenggorokan relatif jarang terjadi bila dibandingkan dengan kanker lainnya. National Cancer Institute memperkirakan 1,1 persen orang dewasa akan didiagnosis menderita kanker faring dalam masa hidup mereka. Diperkirakan 0,3 persen orang dewasa akan didiagnosis menderita kanker laringeal seumur hidup mereka.

Jenis Kanker Tenggorokan

Ada beberapa jenis kanker tenggorokan. Meskipun semua kanker tenggorokan melibatkan perkembangan dan pertumbuhan sel abnormal, dokter Anda harus mengidentifikasi jenis spesifik Anda untuk menentukan rencana perawatan yang paling efektif. Dua jenis utama kanker tenggorokan adalah:

  • Karsinoma sel skuamosa: Tenggorokan kanker sel-sel datar yang melapisi tenggorokan. Ini adalah kanker tenggorokan yang paling umum di Amerika Serikat.
  • Adenokarsinoma: Tenggorokan kanker sel glandular. Jenis kanker laring jarang terjadi.

Seiring dengan dua jenis utama ini, kanker tenggorokan bisa dibagi menjadi dua jenis tambahan. Salah satu jenisnya adalah kanker faring, yang berkembang di leher dan tenggorokan. Ini termasuk:

  • Kanker nasofaring (bagian atas tenggorokan)
  • Kanker oropharynx (bagian tengah tenggorokan)
  • Kanker hipofaring (bagian bawah tenggorokan)

Jenis lainnya adalah kanker laring, yang mempengaruhi laring atau kotak suara.

Kanker Tenggorokan

Mengetahui Tanda-tanda Potensial Kanker Tenggorokan

Bisa jadi sulit untuk mendeteksi kanker tenggorokan pada tahap awal. Tanda dan gejala umum kanker tenggorokan meliputi:

  • Sebuah perubahan dalam suaramu
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Penurunan berat badan
  • Sakit tenggorokan
  • Kebutuhan konstan untuk membersihkan tenggorokan Anda
  • Batuk terus-menerus (batuk darah)
  • Kelenjar getah bening bengkak di leher
  • Mengi
  • Sakit telinga
  • Suara serak

Buat janji dokter jika Anda memiliki gejala ini dan mereka tidak membaik setelah dua sampai tiga minggu.

Penyebab Dan Faktor Risiko Kanker Tenggorokan

Pria lebih cenderung terkena kanker tenggorokan dibanding wanita. Kebiasaan gaya hidup tertentu meningkatkan risiko terkena kanker tenggorokan, termasuk:

  • Merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Kekurangan vitamin A
  • Terpapar asbes
  • Kebersihan gigi yang buruk

Tenggorokan juga dikaitkan dengan beberapa jenis infeksi human papillomavirus (HPV). HPV adalah virus yang menular secara seksual. Infeksi HPV merupakan faktor risiko untuk kanker orofaringeal tertentu, menurut Pusat Pengobatan Kanker Amerika.

Kanker tenggorokan juga telah dikaitkan dengan jenis kanker lainnya. Faktanya, beberapa orang yang didiagnosis menderita kanker tenggorokan didiagnosis menderita kanker esofagus, paru-paru, atau kandung kemih pada saat bersamaan. Hal ini biasanya karena kanker sering memiliki faktor risiko yang sama, atau karena kanker yang dimulai di satu bagian tubuh dapat menyebar ke seluruh tubuh pada waktunya.

Mendiagnosis Kanker Tenggorokan

Pada janji Anda, dokter Anda akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan Anda. Jika Anda pernah mengalami gejala seperti sakit tenggorokan, suara serak, dan batuk terus-menerus tanpa perbaikan dan tidak ada penjelasan lain, mereka mungkin menduga kanker tenggorokan.

Untuk memeriksa kanker tenggorokan, dokter Anda akan melakukan laringoskopi langsung atau tidak langsung atau akan mengarahkan Anda ke dokter spesialis untuk prosedur ini. Sebuah laringoskopi memberi dokter Anda tenggat tenggorokan Anda lebih dekat. Jika tes ini menunjukkan kelainan, dokter Anda mungkin mengambil sampel jaringan dari tenggorokan Anda (disebut biopsi) dan menguji sampel untuk kanker.

Dokter Anda mungkin merekomendasikan salah satu dari biopsi berikut ini:

  • Biopsi konvensional: Dokter Anda membuat sayatan dan membuang sepotong sampel jaringan. Biopsi jenis ini dilakukan di ruang operasi dengan anestesi umum.
  • Aspirasi jarum halus (FNA): Dokter memasukkan jarum tipis langsung ke tumor untuk menghilangkan sel sampel.
  • Biopsi endoskopi: Dokter memasukkan selang tipis dan tipis melalui mulut, hidung, atau sayatan dan membuang sampel jaringan menggunakan endoskopi.

Stadium Kanker Tenggorokan

Jika dokter Anda menemukan sel kanker di tenggorokan Anda, mereka akan memesan tes tambahan untuk mengidentifikasi stadium atau tingkat kanker Anda. Tahapannya berkisar antara 0 sampai 4:

  • Stadium 0: Tumor belum menyerang jaringan di luar tenggorokan Anda.
  • Stadium 1: Tumornya kurang dari 7 cm dan terbatas pada tenggorokan Anda.
  • Stadium 2: Tumor ini sedikit lebih besar dari 7 cm, namun tetap sebatas tenggorokan.
  • Stadium 3: Tumor telah tumbuh dan menyebar ke jaringan dan organ di dekatnya.
  • Stadium 4: Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening Anda atau organ jauh.

Tes USG

Dokter Anda bisa menggunakan berbagai tes untuk tahap kanker tenggorokan Anda. Tes pencitraan pada dada, leher, dan kepala dapat memberikan gambaran yang lebih baik tentang perkembangan penyakit ini. Tes ini mungkin termasuk yang berikut ini:

Magnetic Resonance Imaging (MRI): Tes pencitraan ini menggunakan gelombang radio dan magnet kuat untuk membuat gambar detil bagian dalam leher Anda. MRI mencari tumor dan dapat menentukan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Anda akan berbaring di tabung sempit saat mesin menciptakan gambar. Panjang tes bervariasi, tapi biasanya tidak memakan waktu lebih dari satu jam.

Positron emission tomography (PET scan): PET scan melibatkan penyuntikan sejenis gula radioaktif ke dalam darah Anda. Pemindaian membuat gambar area radioaktivitas di tubuh Anda. Jenis tes pencitraan ini bisa digunakan pada kasus kanker lanjut.

Computed tomography (CT scan): Tes pencitraan ini menggunakan sinar-X untuk membuat gambar penampang tubuh Anda. CT scan juga menghasilkan gambar jaringan lunak dan organ dalam tubuh. Pemindaian ini membantu dokter Anda menentukan ukuran tumor. Ini juga membantu mereka menentukan apakah tumor telah menyebar ke daerah yang berbeda, seperti kelenjar getah bening dan paru-paru.

Barium menelan: Dokter Anda mungkin menyarankan menelan barium jika Anda mengalami kesulitan menelan. Anda akan minum cairan tebal untuk melapisi tenggorokan dan kerongkongan Anda. Tes ini menciptakan gambar sinar-X dari tenggorokan dan kerongkongan Anda.

Rontgen dada: Jika dokter Anda menduga bahwa kanker telah menyebar ke paru-paru Anda, Anda memerlukan sinar-X dada untuk memeriksa kelainan.

Pilihan Pengobatan Untuk Kanker Tenggorokan

Sepanjang perawatan Anda akan bekerja sama dengan berbagai spesialis. Spesialis ini meliputi:

  • Seorang ahli onkologi yang melakukan prosedur pembedahan seperti pengangkatan tumor
  • Ahli onkologi radiasi yang merawat kanker Anda menggunakan terapi radiasi
  • Seorang ahli patologi yang memeriksa sampel jaringan dari biopsi Anda

Jika Anda memiliki biopsi atau operasi, Anda juga akan memiliki ahli anestesi yang mengelola anestesi dan memantau kondisi Anda selama prosedur berlangsung.

Pilihan pengobatan untuk kanker tenggorokan meliputi operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi. Metode pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter Anda akan tergantung pada tingkat penyakit Anda, di antara faktor-faktor lainnya.

Operasi

Jika tumor di tenggorokan Anda kecil, dokter Anda mungkin akan mengeluarkan tumor secara operasi. Operasi ini dilakukan di rumah sakit saat Anda sedang menderita sedasi. Dokter Anda mungkin merekomendasikan salah satu dari prosedur operasi berikut ini:

  • Laryngectomy: Prosedur ini menghilangkan semua atau sebagian kotak suara Anda, tergantung pada tingkat keparahan kankernya. Beberapa orang bisa berbicara normal setelah operasi, namun beberapa orang harus belajar berbicara tanpa kotak suara.
  • Faringektomi: Prosedur ini menghilangkan bagian tenggorokan Anda.
  • Pembedahan leher: Jika kanker tenggorokan menyebar di dalam leher, dokter Anda mungkin menyingkirkan beberapa kelenjar getah bening Anda.

Terapi Radiasi

Setelah pengangkatan tumor, dokter Anda mungkin menyarankan terapi radiasi. Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker ganas. Ini menargetkan sel kanker yang tertinggal oleh tumor. Jenis terapi radiasi meliputi:

  • Radioterapi dengan modulasi intensitas dan terapi radiasi 3D-conformal: Pada kedua jenis pengobatan, sinar radiasi disesuaikan dengan bentuk tumor. Ini adalah cara radiasi yang paling umum diberikan untuk kanker laring dan hipofaring.
  • Brachytherapy: Biji radioaktif ditempatkan langsung di dalam tumor atau mendekati tumor. Meskipun jenis radiasi ini bisa digunakan untuk kanker laring dan hipofaring, jarang terjadi.
  • Terapi proton: Terapi ini menggunakan sinar proton untuk menghasilkan radiasi pada tumor. Saat ini, ini bukan pilihan pengobatan standar untuk sebagian besar jenis kanker tenggorokan.

Kemoterapi

Dalam kasus tumor dan tumor besar yang telah menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain atau jaringan, dokter Anda mungkin merekomendasikan kemoterapi dan juga radiasi. Kemoterapi adalah obat yang membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel-sel ganas.

Terapi obat target adalah jenis kemoterapi. Obat ini menghentikan penyebaran dan pertumbuhan sel kanker dengan mengganggu molekul spesifik yang bertanggung jawab atas pertumbuhan tumor. Salah satu jenis terapi yang ditargetkan digunakan untuk mengobati kanker tenggorokan adalah Cetuximab (Erbitux). Jenis terapi bertarget lainnya sedang diteliti dalam uji klinis. Dokter Anda mungkin merekomendasikan terapi ini bersamaan dengan kemoterapi dan radiasi standar.

Pemulihan Pasca Pengobatan

Beberapa orang dengan kanker tenggorokan memerlukan terapi setelah perawatan untuk mempelajari kembali cara berbicara. Hal ini dapat ditingkatkan dengan bekerja dengan terapis bicara dan terapis fisik.

Selain itu, beberapa orang dengan komplikasi kanker tenggorokan mengalami komplikasi. Ini mungkin termasuk:

  • Kesulitan menelan
  • Disfigurement leher atau wajah
  • Ketidakmampuan untuk berbicara
  • Sulit bernafas
  • Pengerasan kulit di sekitar leher

Anda bisa mendiskusikan operasi rekonstruktif dengan dokter Anda jika Anda mengalami kerusakan wajah atau leher setelah operasi. Okupasi terapis dapat membantu mengatasi kesulitan menelan.

Kemungkinan Jangka Panjang Untuk Kanker Tenggorokan

Jika didiagnosis lebih awal, kanker tenggorokan memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.

Kanker tenggorokan mungkin tidak dapat disembuhkan setelah sel ganas menyebar ke bagian tubuh di luar leher dan kepala. Namun, mereka yang didiagnosis dapat melanjutkan perawatan untuk memperpanjang hidup mereka dan memperlambat perkembangan penyakit ini.

Mencegah Kanker Tenggorokan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker tenggorokan, tapi Anda bisa mengambil langkah untuk mengurangi risiko Anda:

  • Berhenti merokok. Gunakan produk over-the-counter untuk berhenti merokok seperti produk pengganti nikotin atau bicarakan dengan dokter tentang obat resep untuk membantu Anda berhenti merokok.
  • Kurangi asupan alkohol. Laki-laki harus mengkonsumsi tidak lebih dari dua minuman beralkohol per hari, dan wanita harus mengkonsumsi tidak lebih dari satu gelas per hari.
  • Menjaga gaya hidup sehat. Makan banyak buah, sayuran, dan daging tanpa lemak.
  • Kurangi asupan lemak dan sodium dan lakukan langkah-langkah untuk menurunkan berat badan berlebih. Terlibat dalam aktivitas fisik minimal 150 menit seminggu.
  • Kurangi risiko HPV Anda. Virus ini telah dikaitkan dengan kanker tenggorokan. Untuk melindungi diri, batasi jumlah pasangan seksual dan praktik seks aman. Bicarakan dengan dokter Anda tentang manfaat vaksin HPV.

Baca juga info : 10 Gejala Kanker Pada Pria

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

10 Gejala Awal Kanker Pada Pria

Gejala Awal Kanker

Kanker adalah salah satu penyebab paling umum kematian pada pria dewasa di Indonesia Sementara diet sehat dapat menurunkan risiko pengembangan kanker tertentu, faktor lain seperti gen dapat memainkan peran lebih besar. Begitu kanker menyebar, bisa jadi sulit diobati.

Mengetahui gejala awal dapat membantu Anda mencari pengobatan lebih cepat untuk memperbaiki peluang remisi Anda. Gejala awal kanker pada pria meliputi:

  • Perubahan usus
  • Pendarahan rektum
  • Perubahan urin
  • Darah dalam urin
  • Sakit punggung yang terus-menerus
  • Batuk yang tidak biasa
  • Benjolan testis
  • Kelelahan berlebihan
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Benjolan di payudara

Lanjutkan membaca tentang gejala ini untuk mengetahui apa yang harus diwaspadai dan apa yang harus Anda diskusikan dengan dokter Anda segera.

1. Perubahan Usus

Masalah usus sesekali adalah normal, tapi perubahan pada usus Anda bisa mengindikasikan kanker kolon atau rektum. Ini secara kolektif disebut kanker kolorektal. Kanker usus besar dapat berkembang di bagian usus besar Anda, sementara kanker dubur mempengaruhi rektum Anda, yang menghubungkan usus besar ke anus.

Sering diare dan konstipasi mungkin merupakan gejala kanker, terutama bila terjadi perubahan usus besar secara tiba-tiba. Masalah ini juga bisa terjadi dengan seringnya sakit gas dan perut.

Perubahan dalam kaliber atau ukuran gerakan usus Anda mungkin juga merupakan gejala kanker.

2. Perdarahan Rektum

Pendarahan rektum mungkin merupakan tanda awal kanker rektum. Hal ini terutama terkait jika pendarahan berlanjut atau jika Anda menemukan anemia kekurangan zat besi karena kehilangan darah. Anda mungkin juga memperhatikan darah di tinja Anda.

Meskipun ada penyebab perdarahan rektum yang lebih umum seperti wasir, Anda seharusnya tidak mencoba mendiagnosis diri sendiri jika Anda memiliki gejala ini. Bicaralah dengan dokter Anda tentang kekhawatiran Anda. Anda harus menjalani pemeriksaan kanker usus besar mulai usia 50 tahun.

3. Perubahan Urin

Inkontinensia dan perubahan urin lainnya mungkin berkembang seiring bertambahnya usia. Namun, gejala tertentu bisa menandakan kanker prostat. Kanker prostat paling sering terjadi pada pria usia 60 dan lebih tua.

Gejala kemih umum meliputi:

  • Kebocoran kencing
  • Inkontinensia
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil meskipun ada dorongan untuk pergi
  • Tertunda buang air kecil
  • Tegang saat buang air kecil

4. Darah Dalam Urin Anda

Jika Anda memiliki darah dalam urin Anda, Anda seharusnya tidak mengabaikannya. Ini adalah gejala umum kanker kandung kemih. Jenis kanker ini lebih sering terjadi pada saat ini dan mantan perokok dibanding orang yang tidak pernah merokok. Prostatitis, kanker prostat, dan infeksi saluran kencing juga bisa menyebabkan darah dalam urin Anda.

Kanker prostat dini juga bisa menyebabkan darah dalam air mani Anda.

5. Nyeri Punggung

Sakit punggung adalah penyebab umum kecacatan, namun hanya sedikit pria yang menyadari bahwa itu mungkin merupakan gejala kanker. Gejala kanker mungkin tidak muncul sampai telah menyebar ke bagian lain tubuh Anda, seperti tulang tulang belakang Anda. Sebagai contoh, kanker prostat sangat rentan untuk menyebar ke tulang dan dapat menyebabkan gejala ini dalam tulang pinggul dan punggung bawah.

Tidak seperti nyeri otot sesekali, kanker tulang menyebabkan nyeri tekan dan ketidaknyamanan pada tulang Anda.

6. Batuk Yang Tidak Biasa

Batuk tidak eksklusif untuk perokok atau orang dengan demam atau alergi. Batuk terus-menerus merupakan tanda awal kanker paru-paru. Jika Anda tidak memiliki gejala terkait lainnya, seperti hidung tersumbat atau demam, batuk mungkin bukan karena virus atau infeksi.

Batuk disertai lendir berdarah juga terkait dengan kanker paru pada pria.

7. Benjolan Testis

Kanker testis pada pria kurang umum terjadi pada kanker prostat, paru-paru, dan usus besar. Tetap saja, Anda seharusnya tidak mengabaikan gejala awal. Benjolan pada testis adalah gejala kanker testis.

Dokter mencari benjolan ini selama pemeriksaan kesehatan. Untuk deteksi dini, Anda harus memeriksa benjolan sekali per bulan.

8. Keletihan Berlebihan

Kelelahan bisa dikaitkan dengan sejumlah penyakit kronis dan kelainan medis. Keletihan berlebihan adalah cara tubuh Anda memberi tahu Anda bahwa ada sesuatu yang tidak benar. Seiring sel kanker tumbuh dan berkembang biak, tubuh Anda mungkin mulai merasa lemas.

Kelelahan adalah gejala umum dari berbagai jenis kanker. Temui dokter Anda jika Anda memiliki kelelahan yang berlebihan yang tidak hilang setelah tidur nyenyak.

9. Penurunan Berat Badan Yang Ttidak Terjelaskan

Menjadi lebih sulit untuk mempertahankan berat badan Anda seiring bertambahnya usia, jadi Anda bisa mempertimbangkan penurunan berat badan sebagai hal yang positif. Tapi penurunan berat badan yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang serius, termasuk hampir semua jenis kanker.

Jika Anda cepat menurunkan berat badan tanpa mengubah diet Anda atau seberapa banyak Anda berolahraga, diskusikan hal ini dengan dokter Anda.

10. Benjolan Di Payudara

Kanker payudara tidak eksklusif untuk wanita. Pria juga perlu berjaga-jaga dan memeriksa benjolan yang mencurigakan di daerah payudara. Ini adalah gejala awal yang paling awal dari kanker payudara laki-laki. Segera hubungi dokter untuk menguji apakah Anda melihat adanya benjolan.

Gen bisa berperan dalam kanker payudara pria, tapi mungkin juga terjadi karena terpapar radiasi atau kadar estrogen tinggi. Benjolan payudara paling sering ditemukan pada pria berusia 60an.

Mengambil Alih

Banyak kanker sulit dideteksi pada tahap awal, namun beberapa dapat menyebabkan perbedaan yang nyata. Mengetahui gejala kanker yang paling umum sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat. Meski demikian, tanda dan gejala pasti kanker bisa bermacam-macam. Sebagai patokan, Anda harus selalu menemui dokter Anda jika Anda menduga ada yang tidak beres.

Baca juga info : Waspada Semua Orang Punya Sel Kanker, Benarkah?

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Waspada Semua Orang Punya Sel Kanker, Benarkah?

Dikutip dari hellosehat.com menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) penyakit kanker adalah salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Namun, kesadaran dan pengetahuan masyarakat awam tentang penyakit mematikan ini masih sangat terbatas. Di Indonesia sendiri, banyak beredar mitos-mitos seputar kanker yang tidak ada landasan ilmiahnya. Salah satunya adalah mitos bahwa semua orang punya kanker dalam tubuhnya. Hanya saja kanker dalam tubuh Anda mungkin belum terdeteksi, entah karena belum jadi penyakit parah atau jumlahnya belum banyak.

Semua Orang Punya Sel Kanker

Mendengar hal ini tentu bisa bikin Anda jadi merinding. Apa benar kita sebenarnya punya sel kanker yang diam-diam mendekan di dalam tubuh? Ayo, cari tahu kebenaran di balik mitos ini supaya Anda tidak salah paham.

Apakah semua orang punya kanker dalam tubuh?

Tidak. Tak semua orang punya sel kanker dalam tubuhnya. Mitos kalau semua orang sebenarnya menyimpan sel kanker itu salah. Pertama, Anda harus memahami dari mana kanker berasal. Kanker adalah sel, bukan organisme seperti virus atau bakteri yang berasal dari luar tubuh manusia. Kanker memang bisa berkembang di dalam tubuh manusia. Namun, tubuh orang yang sehat bersih dari sel kanker sama sekali. Hanya orang yang mengidap penyakit kanker yang memiliki sel kanker dalam tubuhnya.

Mitos bahwa semua orang punya kanker berangkat dari pemahaman bahwa sel-sel dalam tubuh manusia berpotensi untuk menjadi sel kanker. Pemahaman ini benar, tetapi bukan berarti setiap orang sudah menyimpan sel kanker yang siap menyerang Anda kapan saja.

Bagaimana kanker berkembang dalam tubuh manusia?

Tubuh manusia terdiri dari ratusan miliar hingga triliunan sel. Sel-sel ini bertugas untuk menjalankan beragam fungsi tubuh. Setiap saat, sel-sel Anda akan terus berkembang dan membelah diri. Ada juga sel yang akan mati atau rusak karena sudah tidak berfungsi lagi. Kalau ada sel yang mati, tubuh akan memproduksi sel baru untuk menggantikannya. Proses ini disebut sebagai siklus sel.

Jika ada sel yang rusak, tubuh punya sistem imun khusus untuk mendeteksi sel mana yang rusak. Tubuh akan kemudian membersihkan atau membunuh sel yang rusak tersebut supaya tidak mengganggu sel-sel lainnya.

Kanker hanya akan muncul kalau terjadi kesalahan pada sistem atau siklus sel Anda. Salah satu sel mungkin membelah diri secara tidak sempurna. Karenanya, sel ini berubah sifat jadi bahaya bagi tubuh. Namun, kesalahan ini bisa jadi tidak terdeteksi oleh sistem imun. Akibatnya, kelainan sel ini dibiarkan berkembang begitu saja.

Sel yang telah mengalami perubahan sifat (mutasi gen) tersebut dikenal sebagai sel kanker. Sel kanker akan merusak sel-sel lainnya serta organ tubuh tempat sel tersebut ditampung. Inilah asal-usul penyakit kanker yang muncul dari dalam tubuh manusia.

Tiga hal yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker

Tak seperti dugaan banyak orang, sel kanker tak akan muncul begitu saja. Tanpa pemicu, kesalahan sistem dan siklus sel tak mungkin terjadi. Untuk itu, Anda harus memahami apa saja pemicu (faktor risiko) kanker berikut ini.

1. Faktor genetik

Setiap sel tubuh Anda terdiri dari rangkaian informasi genetik yang telah ditentukan saat Anda lahir. Maka, bisa jadi ketika lahir tubuh Anda sudah memiliki kelainan sel yang diturunkan oleh orangtua kandung.

2. Faktor karsinogen

Karsinogen adalah zat pemicu atau penyebab kanker yang datang dari luar tubuh manusia. Contohnya antara lain radiasi, zat kimia, atau virus. Karsinogen akan menyebabkan kerusakan sel yang kemudian berkembang jadi kanker.

3. Faktor gaya hidup

Kebiasaan Anda sehari-hari juga bisa memicu perkembangan sel kanker. Terutama kalau Anda merokok, makan tidak sehat, dan kurang beraktivitas fisik.

Baca juga info : Bagaimana Proses Tumbuh Kembangnya Kanker

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Bagaimana Proses Tumbuhnya Kembangnya Kanker ?

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia, persentase kematian akibat kanker telah mencapai 6,6 persen. Dan diprediksikan akan terus meningkat sampai 60 persen sampai tahun 2030.

Bahkan menurut organisasi kesehatan dunia WHO, kanker disebut sebagai penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan kematian nomor dua sedunia, setelah penyakit jantung.

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.

Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.

Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Penyebaran Sel Kanker

Benarkah semua orang punya sel kanker?

Mungkin Anda pernah mendengar informasi bahwa setiap orang sebenarnya memiliki sel kanker dalam tubuh. Masalahnya hanya apakah sel tersebut akan tumbuh dan hidup menjadi kanker yang menyerang organ tubuh tertentu. Tunggu dulu, jangan mudah percaya berita ini karena faktanya sel kanker tidak hidup dalam tubuh setiap manusia. Kenyataannya, setiap orang memang memiliki sel dengan DNA yang rusak, tapi tubuh memiliki sistem otomatis yang akan membunuh sel-sel yang rusak ini sebelum berkembang menjadi sel kanker. Bahkan dalam beberapa kasus, sel yang rusak ini tidak akan tumbuh jadi kanker dalam tubuh. Jadi dalam keadaan normal, tubuh manusia bersih dari sel kanker.

Perubahan sel dalam tubuh

Tubuh manusia menampung triliunan sel yang tersebar ke setiap organ dan bagian. Sel-sel ini akan terus berkembang dan berlipat ganda menjadi sel-sel yang baru, mengikuti pertumbuhan dan kebutuhan manusianya. Sementara sel-sel yang sudah terlalu tua, tidak sehat, dan tidak berfungsi lagi akan mati secara alamiah.

Tubuh manusia memiliki sistem pusat tersendiri yang mampu mengatur berapa jumlah sel yang diperlukan tubuh dan sel-sel mana yang sudah tidak sehat. Sistem inilah yang akan memberi perintah bagi sel untuk membelah diri dan bertambah banyak atau untuk mematikan diri.

Sel kanker bisa lahir jika ada kesalahan pada sistem sehingga sel yang rusak tidak mati dengan sendirinya. Sel tersebut justru terus membelah diri hingga jumlahnya sudah tak bisa dikendalikan lagi. Perubahan inilah yang bisa memicu munculnya sel kanker.

Tumbuhnya kanker dalam sel tubuh

Dalam sel yang sehat terdapat nukleus yang berfungsi sebagai sistem pusat. Nukleus sendiri menampung kromosom yang terbentuk dari rangkaian DNA. Di dalam DNA, terkandung ribuan gen yang akan memberi instruksi pada sel untuk menjalankan fungsinya pada organ tubuh tempat sel tersebut hidup. Maka nukleus yang menjadi rumah bagi ribuan gen ini akan menentukan jenis sel apa yang dibutuhkan organ tubuh tertentu, kapan sel perlu membelah diri, dan sel mana yang harus mati dan digantikan.

Sayangnya, proses ini tidak selalu berjalan dengan sempurna. Ketika sel melakukan pembelahan diri, ada risiko sel baru yang lahir dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau digandakan terlalu banyak. Perubahan struktur gen dalam sel ini disebut sebagai mutasi gen. Ketika mutasi gen terjadi, sel sudah tidak bisa lagi menerima perintah dan instruksi dari sistem pusat sehingga sel ini akan tumbuh di luar kendali dan menghasilkan protein yang tidak normal. Kelainan pada protein yang diproduksi akan semakin memicu pembelahan sel-sel baru dengan gen yang tidak sempurna. Pada kasus lain, protein yang dibutuhkan untuk menghentikan kelahiran sel baru justru tidak diproduksi sama sekali.

Biasanya, mutasi gen yang berbeda-beda dan yang telah terjadi lebih dari lima kali baru akan berpotensi tumbuh menjadi sel kanker. Prosesnya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun sampai sel-sel tersebut membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Barulah gejala-gejalanya mulai muncul dan sel-sel kanker tampak ketika tubuh Anda dipindai.

Namun, pada kasus kanker anak kerusakan gen sudah terjadi sejak dalam kandungan atau sejak lahir. Mereka memang memiliki gen bawaan yang rusak dalam sel tubuh sehingga proses terbentuknya kanker tidak membutuhkan waktu yang lama.

Penyebaran kanker

Sel utama yang mengalami kerusakan gen dan tumbuh jadi kanker ini biasanya hanya menyerang satu organ atau jaringan tubuh di mana sel ini hidup. Namun, jika tidak dikendalikan sel kanker bisa menyebar dan menyerang organ atau jaringan tubuh lain lewat darah atau kelenjar getah bening. Proses penyebaran kanker ini disebut sebagai metastasis kanker.

Baca juga info : Kenali Sejumlah Fakta Tentang Penyebaran Sel Kanker

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Kenali Sejumlah Fakta Tentang Sel Kanker Yang Harus Anda Ketahui

Dikutip dari hellosehat.com Sel kanker merupakan sel yang pertumbuhan serta perkembangannya abnormal. Sel kanker memiliki kemampuan untuk menggandakan dan memperbanyak diri sebanyak-banyaknya. Kemudian sekumpulan sel kanker ini tumbuh menjadi sebuah jaringan baru yang disebut dengan tumor. Tumor terus berkembang seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan sel kanker, ketika tumor ini terus-menerus tumbuh tanpa henti maka dapat dikatakan sebagai tumor ganas.

Sel Kanker

Sel kanker memiliki banyak perbedaan dengan sel normal dalam tubuh. Tidak hanya tumbuh secara agresif, namun sel kanker juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan membangun jaringan baru. Sel kanker juga tidak dapat mati dan rusak dengan sendirinya seperti sel normal lainnya. Berikut adalah fakta tentang sel kanker yang mungkin belum Anda ketahui.

Terdapat lebih dari 100 jenis kanker di dunia

Sel kanker dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh, sementara tubuh memiliki banyak jenis sel. Sel kanker dapat tumbuh pada organ, jaringan, maupun sel. Tipe yang paling sering ada pada kejadian kanker adalah jenis karsinoma. Karsinoma merupakan sel kanker yang tumbuh pada jaringan epitel tubuh, yaitu jaringan yang melapisi berbagai organ, pembuluh darah, dan jaringan yang ada di tubuh. Sedangkan jenis sel kanker yang lain adalah sarkoma. Sarkoma merupakan sel kanker yang biasanya tumbuh pada jaringan tulang, otot, jaringan adiposa, kelenjar, tendon, dan sendi. Leukimia adalah jenis kanker yang tumbuh pada sumsum tulang yang terjadi akibat sel darah putih yang tumbuh abnormal. Sedangkan limfoma merupakan kanker yang disebabkan oleh pertumbuhan sel B dan sel T yang abnormal dalam tubuh.

Sel kanker bisa berasal dari virus

Sel kanker tumbuh dan berkembang karena beberapa faktor yang mendukung seperti radiasi, terpapar zat kimia, cahaya ultraviolet dan proses replikasi DNA yang gagal. Namun ternyata selain itu, sel kanker juga dapat muncul akibat virus. Virus memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker dan dipicu oleh faktor genetik. Diketahui sebanyak 15% sampai 20% dari total kasus kanker terjadi diakibatkan oleh virus. Virus mengubah DNA pada sel normal, sehingga sel tersebut bermutasi dan tumbuh secara agresif. Virus Epstein-Barr mengakibatkan dengan penyakit Burkitt’s limphoma, virus hepatitis B menyebabkan kanker hati, dan human papilloma virus (HPV) dapat menyebabkan kanker rahim.

Sepertiga dari kejadian kanker dapat dicegah

Menurut WHO, sebanyak 30% kejadian kanker sebenarnya dapat dicegah. Kanker yang disebabkan oleh faktor gen atau keturunan hanya mencapai 5% hingga 10% dari total kasus kanker yang Ada. Selebihnya, kanker terjadi akibat berbagai faktor lingkungan, seperti infeksi, polusi, dan gaya hidup. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker adalah melarang penggunaan tembakau dan merokok. Merokok merupakan alasan utama penyebab kanker, sebesar 70% kasus kanker paru disebabkan oleh kebiasaan merokok.

Kanker membutuhkan gula tinggi

Semakin banyak gula yang ‘dimakan’ oleh sel kanker, semakin cepat mereka tumbuh. Gula merupakan zat yang dibutuhkan oleh sel normal untuk melakukan respirasi dan kemudian menghasilkan energi yang dipakai untuk melakukan aktivitas fisik. Sel kanker membutuhkan kadar gula yang tinggi untuk memperbanyak dirinya.

Bersembunyi di dalam tubuh

Sel kanker bisa bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh dengan cara tumbuh pada sel normal. Contohnya, beberapa tumor yang tumbuh di kelenjar limfa mengeluarkan protein, protein tersebut juga seharusnya dikeluarkan atau disekresikan oleh kelenjar limfa. Oleh karena itu, sistem imun tidak dapat mendeteksi di mana sel kanker berada. Beberapa sel kanker menghindari obat kemoterapi dengan cara bersembunyi di beberapa kompartemen tubuh, seperti pada leukimia, sel kanker menghindari obat-obatan dengan cara berperan sebagai penutup tulang.

Sel kanker dapat berubah bentuk

Sel kanker mengubah bentuk ‘tubuh’-nya untuk menghindari perlawanan dari sistem kekebalan tubuh serta menjaga dari obat kemoterapi dan radiasi. Sel-sel kanker yang berada di jaringan epitel, biasanya mengubah bentuknya mengikuti sel epitel normal yang menjadi tempat tumbuhnya.

Sel kanker selalu berkembang biak

Sel kanker memiliki gen yang bermutasi yang mempengaruhi reproduksi sel tersebut. Sel normal berkembang dengan cara membelah diri menjadi dua, kemudian menjadi empat, dan seterusnya. Sedangkan pada sel kanker, ketika melakukan pembelahan awal, sel yang dihasilkan dua kali lipat dari sel normal, yaitu, empat sel. Kemudian membelah diri lagi menjadi delapan sel, dan seterusnya hingga menjadi sangat banyak.

Sel kanker membutuhkan aliran darah untuk bertahan hidup

Salah satu tanda bahwa sel kanker mengalami perkembangan yang pesat yaitu dengan terbentuknya pembuluh darah baru untuk jaringan kanker tersebut, yang disebut dengan angiogenesis. Tumor membutuhkan nutrisi untuk hidup dan nutrisi tersebut dibawa oleh aliran darah. Sel kanker akan mengirimkan sinyal ke sel-sel normal untuk memberikannya aliran darah agar mereka juga dapat tumbuh. Penelitian menyebutkan bahwa jika dilakukan pencegahan pembentukan pembuluh darah untuk jaringan kanker, maka sel-sel kanker tersebut akan mati dengan sendirinya.

Kanker dapat menyebar ke seluruh area

Sel kanker dapat metastasis atau melakukan penyebaran ke berbagai bagian tubuh melalui pembuluh darah atau sistem limfa. Sel kanker mengakifkan sebuah reseptor pada pembuluh darah, yang membuat dia tidak bisa dikeluarkan dari pembuluh darah dan terus ikut mengalir ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, sel kanker juga mengeluarkan zat yang disebut kemokin, yang berfungsi untuk menahan sistem kekebalan tubuh, sehingga mereka tidak bisa dilawan ketika melakukan penyebaran.

Sel kanker terprogram untuk tidak mati

Sel-sel normal akan mati dengan sendirinya jika mengalami kerusakan pada DNA-nya, namun tidak demikian pada sel kanker. Sel kanker tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi kerusakan dan melakukan apoptosis (menghancurkan diri sendiri), yang mereka punya hanyalah kemampuan menggandakan diri sebanyak-banyaknya.

Baca juga info : 15 Gejala Kanker yang Harus Diwaspadai

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker
(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Warning : Ada 15 Gejala Kanker Yang Harus Diwaspadai

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.

Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.

Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

15 Gejala Kanker Yang Harus Diwaspadai

Kanker yang mengancam nyawa dapat bermula dari gejala-gejala biasa yang bersifat umum. Mendeteksinya lebih awal dapat meningkatkan efektivitas penanganan potensi kanker.

Gejala Penyakit Kanker

Cara terbaik menangani kanker adalah mendeteksi gejala paling awal yang telah atau mungkin berkembang di dalam tubuh. Meskipun sebagian besar gejala ini dapat bersifat sangat umum, tapi memeriksakannya lebih awal dapat membuat perbedaan besar. Luangkanlah waktu untuk memeriksa apa pun gejala-gejala yang ada.

Perubahan Pada Kulit

Kanker kulit dapat ditandai dengan adanya perubahan pada ukuran, warna, dan bentuk tahi lalat atau permukaan kulit lain. Perubahan-perubahan tersebut dapat berupa:

  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan.
  • Hiperpigmentasi atau warna kulit menjadi lebih gelap.
  • Kulit dan mata menjadi kekuningan.
  • Eriterma atau kulit berwarna kemerahan.
  • Gatal-gatal.
  • Kulit memar tanpa sebab yang jelas.

Benjolan pada kulit yang tidak kunjung hilang juga patut diwaspadai. Perubahan pada kelenjar getah bening yang sering ditandai dengan adanya benjolan sebenarnya adalah hal yang umum saat terjadi infeksi. Tetapi perubahan ini sayangnya juga dapat menjadi indikasi adanya limfoma ataupun leukemia.

Perubahan Pada Payudara

Perubahan di bawah ini tidak hanya terjadi pada wanita, tapi juga dapat terjadi pada payudara pria. Sekitar satu persen kanker payudara juga dapat terjadi pada pria dengan gejala yang serupa, yaitu dimulai dengan adanya benjolan pada payudara. Selain itu, gejala lain yang mungkin timbul adalah:

  • Puting yang melesak.
  • Kulit payudara berkerut atau kemerahan.
  • Adanya cairan yang keluar dari puting.

Untuk memeriksakan diri lebih lanjut, kamu dapat meminta pemeriksaan fisik oleh dokter dan tes mamogram di rumah sakit terdekat.

Perut Kembung

Perut kembung yang terasa terus-menerus diiringi perdarahan dari vagina atau penurunan berat badan secara signifikan bisa jadi merupakan tanda adanya kanker ovarium. Tes darah, pemeriksaan panggul, atau USG diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan tersebut.

Rasa Sakit saat Menelan

Rasa sakit saat menelan makanan merupakan hal biasa terutama jika kamu sedang batuk, tetapi kanker tenggorokan ataupun kanker perut juga memiliki gejala serupa, terutama jika disertai muntah atau penurunan berat badan. Suara yang berubah menjadi serak dalam jangka panjang juga harus diwaspadai.

Berat Badan Turun Secara Drastis

Penurunan berat badan hingga 4,5 kilogram atau lebih dalam waktu singkat tanpa sebab yang jelas dapat menjadi salah satu pertanda yang patut diwaspadai. Kanker pankreas, kanker perut, dan kanker paru-paru timbul dengan gejala awal berupa penurunan berat badan secara drastis tanpa usaha apa pun.

Nyeri Ulu Hati

Nyeri ulu hati yang tidak kunjung reda dapat menjadi gejala adanya kanker ovarium, kanker tenggorokan, dan kanker perut.

Perubahan Pada Mulut

Kanker mulut yang sering terjadi pada perokok ditandai dengan adanya bercak kemerahan cerah di dalam mulut dan lidah. Dapat pula bercak yang berwarna putih. Kondisi ini disebut leukoplakia, yaitu masa prakanker yang disebabkan oleh iritasi berulang kali. Umumnya disebabkan oleh merokok, terutama perokok tembakau yang menggunakan pipa.

Demam Berkepanjangan

Demam dapat terjadi karena kanker atau dampak penanganan kanker kepada sistem kekebalan tubuh. Leukemia ataupun kanker darah lain dapat diawali dengan gejala demam yang tidak kunjung sembuh.

Kelelahan yang Tidak Kunjung Reda

Selalu merasa lelah meski sudah beristirahat secukupnya dapat menjadi gejala kanker, terutama jika disertai gejala lain, seperti darah pada tinja. Kelelahan ini dapat menjadi tanda bahwa kanker sedang berkembang.

Batuk dan Batuk Darah

Batuk yang tidak kunjung reda dengan sendirinya hingga empat minggu dan disertai darah dapat menjadi gejala kanker paru-paru.

Gangguan Buang Air

Berbagai perubahan yang terjadi seputar buang air dapat menjadi pertanda adanya penyakit yang lebih serius. Mengompol atau hasrat buang air kecil yang tidak dapat dikendalikan dan air kencing yang susah keluar dapat menjadi gejala-gejala kanker prostat. Adanya darah pada tinja dapat menjadi gejala hemoroid atau bahkan kanker usus. Sementara kencing darah bisa jadi gejala kanker ginjal atau kandung kemih. Diare dan konstipasi berkepanjangan juga wajib diperiksakan ke dokter.

Depresi dan Sakit Perut

Waspada jika terdapat riwayat kanker pankreas di dalam keluarga. Depresi yang disertai dengan sakit perut berkepanjangan dapat menjadi gejala penyakit ini.

Rasa Sakit pada Bagian Tubuh Tertentu

Nyeri yang dirasakan dapat menjadi pertanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain pada tubuh. Sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi salah satu gejala awal tumor otak. Sedangkan nyeri punggung dapat menjadi gejala kanker ovarium, kanker usus, ataupun kanker dubur. Nyeri sendi atau otot yang tidak kunjung hilang juga perlu diwaspadai.

Perdarahan di antara Waktu Menstruasi

Perdarahan di luar waktu menstruasi kadang-kadang dapat menjadi pertanda adanya kanker endometrial atau kanker pada dinding rahim. Periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi ini.

Perubahan Pada Testikel

Kanker testis yang menyimpan potensi terjadi hanya dalam semalam ini dapat diawali oleh benjolan pada testis pria.

Hal yang patut diingat, mengalami kondisi-kondisi di atas tidak serta-merta membuatmu pasti terdiagnosis mengidap kanker. Namun jika gejala-gejala di atas tidak kunjung reda atau bahkan memburuk, berarti sudah saatnya kamu memeriksakan diri ke dokter untuk mengantisipasi kemungkinan penyakit yang lebih serius.

Klik disini untuk : Pengobatan Kanker Secara Medis dan Alami

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

 

[su_box title=”Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

[/su_box]

[su_box title=”Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker” style=”glass” box_color=”#4682B4″]

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

[/su_box]

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Waspada 6 Jenis Penyakit Kanker Paling Mematikan Di Indonesia

Kanker juga disebut tumor, yaitu pertumbuhan sel yang tidak normal. Ada lebih dari 100 jenis kanker termasuk kanker payudara, kanker kulit, kanker paru-paru, kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker leukimia. Gejala bervariasi tergantung tipe. Pengobatan kanker bisa meliputi kemoterapi, radiasi, dan pembedahan atau operasi.

Kanker merupakan penyebab kematian peringkat ke-3 di Indonesia, menurut WHO. Peringkat pertama diduduki oleh penyakit jantung, dan peringkat kedua diduduki oleh penyakit menular, maternal, perinatal, dan kondisi gizi. Menurut Departemen Kesehatan Indonesia, lebih dari 30% dari kematian akibat kanker disebabkan oleh lima faktor risiko perilaku dan pola makan, yaitu indeks massa tubuh tinggi, kurang konsumsi buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan.

Kanker Paling Mematikan

Jenis-jenis Penyakit Kanker Paling Mematikan Di Indonesia

Berikut ini enam jenis kanker paling mematikan di Indonesia, dihitung berdasarkan jumlah kematian yang diakibatkan. Daftar ini diurutkan dari posisi keenam hingga posisi pertama dengan jumlah kematian terbanyak.

6. Kanker Prostat

Kematian di Indonesia menurut WHO 2014: 9.176 orang

Seorang pria lebih mungkin untuk mendapatkan kanker prostat setelah usia 50 tahun. Dokter biasanya banyak menemukan jenis kanker ini pada pria yang lebih tua dari 65 tahun. Kanker ini biasanya lebih umum di antara orang Afrika dibandingkan dengan orang kulit putih, orang Asia, atau Hispanik, namun para ahli tidak tahu mengapa.

Penyakit ini dapat menyerang keluarga pria. Beberapa perubahan gen juga dapat menyebabkan hal itu. Pria yang makan banyak daging merah atau produk susu tinggi lemak (dengan sedikit buah-buahan dan sayuran) lebih berisiko terkena kanker prostat, menurut American Cancer Society. Seorang pria harus melakukan tes darah untuk memeriksa lebih lanjut mengenai PSA (prostate-specific antigen). Ia juga dapat melakukan tes dubur digital, di mana dokter memasukkan jari bersarung ke dalam bagian pantat dan merasakan apakah area prostat mengeras, menggumpal, atau merasa abnormal.

Jika dokter Anda khawatir mengenai hasil Anda, kemungkinan ia menggunakan jarum kecil untuk mengambil sampel, atau “biopsi” pada daerah untuk memeriksa kanker. Ia juga mungkin dapat menggunakan UDG untuk melihat tumor. Jika Anda terdiagnosis mengidap kanker prostat, maka hal itu sangat baik. Mengapa? Karena artinya, penyakit mematikan ini telah dideteksi lebih awal. Hampir semua pria dapat bertahan 5 tahun setelah terdiagnosis terkena kanker prostat stadium awal.

Kanker ini biasanya tumbuh perlahan-lahan dan tetap berada di daerah yang sama di mana ia muncul. Tetapi, ketika ia sudah menyebar ke daerah lain, maka ia akan bergerak dengan cepat. Sehingga, ketika dokter menemukan bahwa kanker Anda telah menyebar, kemungkinan Anda bertahan hidup akan sangat kecil.

5. Kanker Serviks

Kematian di Indonesia menurut WHO 2014: 9.491 orang

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling umum pada wanita, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Human papillomavirus adalah virus penyebab kanker serviks, tapi tidak semua virus ini menyebabkan kanker. Beberapa dari mereka ada yang dapat menyebabkan kutil kelamin, dan beberapa lainnya bahkan tidak menimbulkan gejala apapun. Itulah mengapa penting bagi wanita untuk melakukan tes Pap Smear secara teratur. Tes Pap dapat menemukan perubahan pada sel leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker.

Jika Anda melakukan perawatan pada perubahan sel ini dari awal, Anda dapat mencegah kanker serviks. Jika Anda terkena stadium lanjut, Anda bahkan masih memiliki kesempatan hidup sebesar 70% selama 5 tahun ke depan. Namun, ketika kanker telah menyebar, kesempatan hidup itu akan menurun hingga di bawah 20%. Kanker serviks yang berulang bahkan membawa kesempatan yang lebih rendah untuk bertahan hidup.

4. Kanker Hati

Kematian di Indonesia menurut WHO 2014: 12.681 orang

Risiko mengidap kanker hati primer dua kali lipat lebih besar pada pria dan wanita dengan usia rata-rata 67 tahun. Penyebab kanker hati biasanya dari cacat lahir, penyalahgunaan alkohol, atau infeksi kronis dengan penyakit seperti hepatitis B dan C, hemochromatosis (penyakit keturunan yang terkait dengan terlalu banyak zat besi dalam hati), dan sirosis. Lebih dari setengah seluruh pengidap kanker hati primer memiliki sirosis. Kanker hati juga dapat dikaitkan dengan penyakit liver obesitas dan berlemak (fatty liver).

Karena hati terdiri dari beberapa jenis sel, maka beberapa jenis tumor dapat terbentuk di sana. Beberapa merupakan tumor jinak (bukan kanker), dan beberapa adalah kanker dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Prospek untuk kesehatan atau pemulihan tergantung pada jenis tumor yang Anda miliki.

Pasien dengan tumor stadium awal yang dapat diangkat dengan pembedahan akan memiliki kesempatan untuk hidup dalam jangka panjang. Sayangnya, sebagian besar kanker hati tidak dapat dioperasi ketika didiagnosis, baik karena kanker terlalu ganas atau hati terlalu sakit untuk menerima operasi.

3. Kanker Kolorektal (usus)

Kematian di Indonesia menurut WHO 2014: 18.389 orang

Umur adalah salah satu alasannya. Kesempatan Anda untuk mendapatkan risiko kanker usus semakin besar seiring bertambahnya usia. Anda akan lebih besar untuk mengidap jenis kanker ini jika Anda memiliki bawaan, sering meminum alkohol, merokok, atau obesitas. Anda harus mengambil tes screening lebih awal sehingga kemungkinan untuk bertahan hidup lebih baik.

Tetapi, banyak orang tidak melakukan tes tersebut. Oleh karena itu, kanker dini ditemukan kurang dari setengah pengidap kanker usus. Kebanyakan orang (lebih dari 90%) hidup setidaknya 5 tahun setelah mengetahui bahwa mereka memiliki kanker kolorektal yang ada di tahap awal.

2. Kanker Payudara

Kematian di Indonesia menurut WHO 2014: 19.731 orang

Selain gender, umur juga penting untuk jenis kanker ini. Kanker payudara paling umum terjadi setelah menopause. Anda juga lebih mungkin untuk mendapatkan penyakit ini jika Anda memiliki penyakit bawaan, memiliki perubahan gen tertentu, gemuk, mengonsumsi alkohol, memiliki payudara yang padat, mengalami menstruasi pertama sebelum usia 11 tahun, terlambat memulai menopause, belum pernah hamil atau pertama kali hamil di atas usia 35 tahun, telah menjalani terapi “kombinasi” penggantian hormon, atau telah terkena radiasi.

Seperti kanker lainnya, sedini mungkin kanker ditemukan maka semakin baik. Hampir semua wanita yang mengetahui mereka memiliki kanker payudara stadium I masih dapat hidup 5 tahun kemudian. Sama seperti 93% dari mereka yang terkena kanker payudara stadium II, 72% dari mereka yang terkena stadium III, dan 22% dari mereka yang terkena stadium IV.

1. Kanker Paru, Trakea, dan Bronkus

Kematian di Indonesia menurut WHO 2014: 30.866 orang

Di Indonesia, kanker paru, trakea, dan bronkus banyak memakan nyawa baik pria maupun wanita. Untuk pria, kanker ini berada di peringkat pertama dengan total kematian pria sejumlah 22.476 orang. Jenis kanker ini adalah kanker yang dimulai di paru-paru dan menyebar ke bagian lain dari tubuh Anda.

Merokok adalah penyebab terbesar dari penyakit ini. Ia bertanggung jawab untuk sekitar 85% dari seluruh kasus. Namun, perokok pasif juga dapat terkena penyakit mematikan terbesar ini. Orang yang hidup dengan seorang perokok, 20% hingga 30% lebih mungkin untuk mendapatkan kanker paru dibandingkan dengan mereka yang tinggal di rumah bebas asap rokok.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

 

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)
“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Apa Itu Kanker Darah (Leukimia) dan Seperti Apa Metode Pengobatanya?

Kanker darah mempengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Sebagian besar kanker ini dimulai di sumsum tulang, di mana darah dibuat. Yang paling umum adalah leukemia, limfoma, dan myeloma. Gejalanya meliputi demam, berkeringat di malam hari, kelenjar bengkak, kelelahan, nyeri sendi, kelenjar getah bening bengkak, dan penurunan berat badan.

Kanker Darah

Seperti yang dilansir oleh Alodokter.com berikut ini penjelasan mengenai kanker darah (leukimia), gejala, penyebab, jenis dan metode pengobatannya.

Kanker Darah (Leukimia)

Kanker darah atau leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel darah yang berfungsi melindungi tubuh terhadap benda asing atau penyakit. Sel darah putih ini dihasilkan oleh sumsum tulang belakang.

Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul. Namun lain halnya dengan pengidap kanker darah. Sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan. Jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

Selain menumpuk, sel abnormal tersebut juga dapat menyebar ke organ lain, seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, bahkan hingga ke otak dan tulang belakang.

Jenis-jenis Kanker Darah

Ada berbagai jenis kanker darah. Berdasarkan kecepatan perkembangannya, kanker ini dapat dikelompokkan menjadi akut dan kronis.

Kanker darah akut berkembang dengan cepat akibat penambahan jumlah sel darah putih yang abnormal atau sel yang belum matang sehingga tidak dapat berfungsi secara normal. Pertumbuhan ini sangat pesat begitu pun penyebarannya ke dalam aliran darah. Jenis ini harus ditangani dengan segera. Jika dibiarkan, tubuh akan kekurangan oksigen dan kekebalan tubuh terhadap penyakit atau infeksi menurun.

Sementara itu, kanker darah kronis berkembang secara perlahan-lahan dan dalam jangka panjang. Sel-sel darah putih yang seharusnya sudah mati akan tetap hidup dan menumpuk dalam aliran darah, sumsum tulang, serta organ-organ lain yang terkait. Sel-sel ini lebih matang sehingga dapat berfungsi dengan baik untuk beberapa saat, Oleh karena itu, gejalanya cenderung tidak segera dirasakan sehingga baru terdiagnosis setelah bertahun-tahun.

Kanker darah juga dapat dikategorikan menurut jenis sel darah putih yang diserang. Kanker darah yang menyerang sel-sel limfa dikenal dengan istilah leukemia limfotik dan yang menyerang sel-sel mieloid disebut leukemia mielogen.

Berdasarkan dua pengelompokan di atas, terdapat empat jenis kanker darah yang paling sering terjadi. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing jenis.

Leukemia limfotik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL)

ALL dapat menghambat fungsi limfosit sehingga pengidapnya berpotensi mengalami infeksi serius. Kanker darah ini umumnya diidap oleh anak-anak, tapi bisa juga menyerang dewasa.

Leukemia mielogen akut atau acute myelogenous leukemia (AML)

Ini adalah jenis kanker darah yang umumnya menyerang dewasa. Tetapi AML juga dapat diidap oleh anak-anak serta remaja. Kanker ini akan membentuk sel-sel mieloid yang tidak sempurna dan dapat menyumbat pembuluh darah.

Leukemia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL)

Jenis kanker darah ini hanya dialami oleh orang dewasa. CLL umumnya baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pasien cenderung tidak merasakan gejala-gejalanya untuk waktu yang lama.

Leukemia mielogen kronis atau Chronic myelogenous leukemia (CML)

Jenis kanker darah ini kebanyakan diderita oleh orang-orang dengan usia di atas 20 tahun. CML memiliki dua tahap. Pada tahap pertama, sel-sel abnormal akan berkembang secara perlahan-lahan. Ketika memasuki tahap kedua, jumlah sel-sel abnormal akan bertambah dengan pesat sehingga akan menurun secara drastis.

Secara umum, kanker darah atau leukemia menyangkut sumsum tulang yang menjadi tempat pembuatan sel darah putih. Sel yang umumnya efektif membasmi infeksi ini tumbuh secara tidak normal sehingga akhirnya membuat kekebalan tubuh tidak berfungsi secara maksimal.

Gejala-gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidap.
Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti:

  • Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.
  • Demam.
  • Menggigil.
  • Sakit kepala.
  • Muntah-muntah.
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
  • Nyeri pada tulang atau sendi.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa.
  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi.
  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar.
  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit.

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah

Penyebab dasar kanker darah belum diketahui secara pasti. Namun, diduga mutasi DNA dalam sel darah putih menyebebakan perubahan tindakan setiap sel, Selain itu, perubahan lain dalam sel darah putih akibat faktor gen dan lingkungan juga diperkirakan turut berperan memicu leukemia.
Faktor-faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko kanker darah meliputi:

  • Faktor keturunan atau genetika. Penderita down syndrome atau gangguan genetika lain yang langka meningkatkan risiko mengalami leukemia akut. Sedangkan leukemia limfatik kronis sering diturunkan dalam keluarga dan biasanya dialami pria. Selain itu, riwayat keluarga yang mengidap leukemia juga dapat memperbesar risiko mengalami penyakit yang sama.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Merokok. Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.

Meskipun begitu, sebagian besar orang dengan risiko tinggi di atas tidak mengalami leukemia. Di sisi lain, penderita leukemia sering kali ditemukan justru pada orang yang tidak memiliki risiko tersebut.

Diagnosis Kanker Darah

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang ada sebelum memeriksa kondisi fisik Anda. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mencari beberapa tanda-tanda leukimia seperti kulit pucat akibat anemia, pembengkakan limfonodi, serta hati dan limpa yang membesar. Jika dokter menduga Anda mengidap kanker darah, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih mendetail yang meliputi tes darah serta biopsi sumsum tulang.

Pada tes darah, dokter akan mencari kelainan dari jumlah sel darah putih atau platelet. Penderita leukimia umumnya memiliki kadar sel darah putih yang jauh lebih tinggi dibandingkan normal.

Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan tes sumsum tulang belakang. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan jarum tipis panjang untuk mengambil sampel jaringan sumsum tulang belakang Anda. Sampel jaringan ini kemudian akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium untuk menunjukkan jenis kanker darah yang Anda alami serta pilihan pengobatan yang paling tepat.

=>> Baca juga info : Kanker Payudara : Kanker Payudara: Gejala, Faktor Risiko dan Pengobatan Alami Nan Herbal

Pengobatan Kanker Darah

Setelah diagnosis kanker darah positif, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang akan Anda jalani tergantung kepada usia, kondisi kesehatan Anda, dan jenis atau stadium kanker darah yang Anda idap.

Berikut ini adalah metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk menangani kanker darah, antara lain:

  • Kemoterapi merupakan pilihan terapi paling umum untuk kasus leukimia. Pengobatan kemoterapi menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.
  • Radioterapi. Teknik pengobatan ini menggunakan sinar X untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Radioterapi dapat dilakukan hanya pada area tertentu yang terserang kanker, ataupun pada seluruh tubuh, bergantung dari kondisi Anda. Radioterapi juga dapat dilakukan untuk persiapan melakukan transplantasi sel induk.
  • Transplantasi sel induk atau stem cell untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.
  • Terapi terfokus untuk menyerang bagian-bagian rentan dalam sel-sel kanker.
  • Terapi biologis untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel-sel kanker.
  • Penantian dengan pengawasan. Ini ditujukan bagi penderita leukemia limfatik kronis. Dalam terapi ini, pengamatan secara seksama dilakukan guna melihat perkembangan penyakit. Terapi ini juga dapat dilakukan jika seseorang sudah terbukti mengidap leukemia limfatik kronis, namun tidak mengalami gejala yang menunjukkan penyakit tersebut.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

 

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)
“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Kanker Payudara: Gejala, Faktor Risiko dan Pengobatan Alami Nan Herbal

Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum terjadi pada wanita, dan penyebab utama kedua kematian akibat kanker pada wanita, setelah kanker paru-paru.

Kemajuan dalam skrining dan pengobatan telah memperbaiki tingkat kelangsungan hidup secara dramatis sejak tahun 1989. Kesadaran akan gejala dan kebutuhan akan skrining adalah cara penting untuk mengurangi risiko.

Sel-sel dalam tubuh kita biasanya tumbuh dan berkembang biak secara teratur. Sel-sel baru hanya terbentuk saat dibutuhkan. Tetapi proses dalam tubuh pengidap kanker akan berbeda.

Proses tersebut akan berjalan secara tidak wajar sehingga pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel menjadi tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut juga bisa menyebar ke bagian-bagian tubuh lain melalui aliran darah. Inilah yang disebut kanker yang mengalami metastasis.

Kanker Payudara

Fakta Tentang Kanker Payudara

Berikut adalah beberapa poin penting tentang kanker payudara. Lebih detail ada di artikel utama.

  • Kanker payudara adalah kanker paling umum di kalangan wanita.
  • Gejalanya meliputi benjolan atau penebalan payudara, dan perubahan pada kulit atau puting susu.
  • Faktor risiko bisa bersifat genetik, namun beberapa faktor gaya hidup, seperti asupan alkohol, membuatnya lebih cenderung terjadi.
  • Berbagai perawatan tersedia, termasuk operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.
  • Banyak benjolan payudara tidak bersifat kanker, namun setiap wanita yang khawatir dengan benjolan atau perubahan harus menemui dokter.

Apa Itu Kanker Payudara?

Setelah pubertas, payudara wanita terdiri dari lemak, jaringan ikat, dan ribuan lobulus, kelenjar mungil yang menghasilkan susu untuk menyusui. Air Susu Ibu (ASI) akan dikirim ke puting melalui saluran kecil saat menyusui.

Pada kanker, sel-sel tubuh berkembang biak tak terkendali. Ini adalah pertumbuhan sel yang berlebihan yang menyebabkan kanker.

Kanker payudara bisa berupa:

  • Ductal carcinoma (non-invasif) : Ini dimulai di saluran susu dan merupakan tipe yang paling umum.
  • Karsinoma lobular (Invensif) : Ini dimulai pada lobulus.

Kanker payudara invasif adalah saat sel kanker keluar dari dalam lobulus atau saluran dan menyerang jaringan terdekat, meningkatkan kemungkinan penyebaran ke bagian tubuh yang lain.

Kanker payudara non-invasif adalah saat kanker masih berada di tempat asal dan belum pecah. Namun, sel ini akhirnya bisa berkembang menjadi kanker payudara invasif.

Gejala Kanker Payudara

Gejala awal kanker payudara biasanya merupakan area jaringan menebal di payudara, atau benjolan di payudara atau di ketiak.

Gejala lainnya meliputi:

  • Rasa sakit di ketiak atau payudara yang tidak berubah dengan siklus bulanan
  • Pitting atau kemerahan pada kulit payudara, seperti kulit jeruk
  • Ruam di sekitar atau di salah satu puting susu
  • Debit dari puting susu, mungkin mengandung darah
  • Puting cekung atau terbalik
  • Perubahan dalam ukuran atau bentuk payudara
  • Mengelupas, mengelupas, atau menancapkan kulit pada payudara atau puting susu

Sebagian besar benjolan tidak bersifat kanker, namun wanita harus memeriksakannya ke petugas kesehatan.

10 Faktor Risiko Kanker Payudara

Kanker payudara biasanya dimulai di lapisan dalam dari saluran susu atau lobulus yang memasoknya dengan susu. Dari situ, bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Penyebab pasti tetap tidak jelas, namun beberapa faktor risiko membuatnya lebih mungkin terjadi. Beberapa di antaranya dapat dicegah.

1. Usia

Risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Pada 20 tahun, kemungkinan terkena kanker payudara pada dekade berikutnya adalah 0,6 persen. Pada usia 70 tahun, angka ini naik menjadi 3,84 persen.

2. Genetika

Jika saudara dekat memiliki atau memiliki, kanker payudara, risikonya lebih tinggi.

Wanita yang membawa gen BRCA1 dan BRCA2 memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, kanker ovarium atau keduanya. Gen ini bisa diwariskan. TP53 adalah gen lain yang terkait dengan risiko kanker payudara yang lebih besar.

3. Riwayat kanker payudara atau benjolan payudara

Wanita yang pernah menderita kanker payudara sebelumnya lebih mungkin memilikinya lagi, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit ini.

Memiliki beberapa jenis benjolan payudara jinak, atau non-kanker meningkatkan kemungkinan terkena kanker di kemudian hari. Contohnya meliputi hiperplasia duktus atipikal atau karsinoma lobular in situ.

4. Jaringan payudara padat

Kanker payudara lebih cenderung berkembang di jaringan payudara dengan kepadatan tinggi.

5. Paparan estrogen dan menyusui

Terkena estrogen untuk jangka waktu yang lebih lama tampaknya meningkatkan risiko kanker payudara.

Ini bisa jadi karena periode awal atau memasuki masa menopause lebih lambat dari rata-rata. Antara saat ini, kadar estrogen lebih tinggi.

Pemberian ASI, terutama selama lebih dari 1 tahun, nampaknya mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara, mungkin karena kehamilan yang diikuti dengan menyusui mengurangi paparan estrogen.

6. Berat badan

Wanita yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas setelah menopause mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, kemungkinan karena tingkat estrogen yang lebih tinggi. Asupan gula tinggi juga bisa menjadi faktor.

7. Konsumsi alkohol

Tingkat konsumsi alkohol reguler yang lebih tinggi tampaknya memainkan peran. Studi telah menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih dari 3 minuman sehari memiliki risiko 1,5 kali lebih tinggi.

8. Paparan radiasi

Pengobatan radiasi yang sedang berlangsung untuk kanker payudara yang bukan kanker meningkatkan risiko kanker payudara di kemudian hari.

9. Perawatan hormon

Penggunaan terapi sulih hormon (hormone replacement therapy / HRT) dan pil KB telah dikaitkan dengan kanker payudara, karena peningkatan kadar estrogen.

10. Bahaya kerja

Pada 2012, peneliti menyimpulkan bahwa paparan karsinogen dan gangguan endokrin tertentu, misalnya di tempat kerja, bisa dikaitkan dengan kanker payudara.

Pada tahun 2007, para ilmuwan menyarankan agar shift malam bekerja dapat meningkatkan risiko kanker payudara, namun penelitian terbaru menyimpulkan hal ini tidak mungkin terjadi.

Implan Kosmetik dan Kelangsungan Hidup Kanker Payudara

Wanita dengan implan payudara kosmetik yang didiagnosis menderita kanker payudara berisiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit ini dan 25 persen lebih tinggi kemungkinan didiagnosis pada tahap selanjutnya, dibandingkan dengan wanita tanpa implan.

Hal ini bisa terjadi karena adanya implan kanker masking selama skrining, atau karena implan membawa perubahan pada jaringan payudara. Diperlukan lebih banyak penelitian.

Diagnosa Kanker Payudara

Diagnosis sering terjadi sebagai hasil skrining rutin, atau saat seorang wanita mendekati dokternya setelah mendeteksi gejala.

Beberapa tes dan prosedur diagnostik membantu memastikan diagnosis.

Mamografi

Dokter akan memeriksa payudara pasien karena adanya benjolan dan gejala lainnya.

Pasien akan diminta duduk atau berdiri dengan lengan di posisi yang berbeda, seperti di atas kepala dan sisi tubuhnya.

USG

Sebuah mammogram adalah jenis x-ray yang biasa digunakan untuk skrining kanker payudara awal. Ini menghasilkan gambar yang dapat membantu mendeteksi adanya benjolan atau kelainan.

Hasil yang mencurigakan dapat ditindaklanjuti dengan diagnosis lebih lanjut. Namun, mamografi terkadang muncul daerah yang mencurigakan yang bukan kanker. Hal ini dapat menyebabkan stres yang tidak perlu dan terkadang intervensi.

Pemindaian ultrasound dapat membantu membedakan antara massa padat atau kista yang berisi cairan.

Pemindaian MRI melibatkan penyuntikan pewarna ke pasien, jadi cari tahu seberapa jauh kanker telah menyebar.

Biopsi

Sampel jaringan diangkat secara operasi untuk analisis laboratorium. Hal ini dapat menunjukkan apakah sel-sel itu bersifat kanker, dan jika memang demikian, jenis kankernya, termasuk apakah kanker itu sensitif hormon atau tidak.

Diagnosis juga melibatkan stadium kanker, untuk menetapkan:

  • ukuran tumor
  • seberapa jauh penyebarannya
  • apakah itu invasif atau non-invasif
  • apakah telah bermetastasis, atau menyebar ke bagian tubuh yang lain

Stadium akan mempengaruhi kemungkinan pemulihan dan akan membantu menentukan pilihan pengobatan terbaik.

Baca juga info : Kanker Otak : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengobatan Kanker Payudara Secara Medis

Pengobatan:

  • jenis kanker payudara
  • stadium kanker
  • kepekaan terhadap hormon
  • usia pasien, kesehatan secara keseluruhan, dan preferensi

Pilihan utamanya meliputi:

  • terapi radiasi
  • operasi
  • terapi biologis, atau terapi obat terlarang
  • terapi hormon
  • kemoterapi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan akan mencakup stadium kanker, kondisi medis lainnya, dan preferensi individu.

Operasi

Jika operasi diperlukan, pilihan akan tergantung pada diagnosis dan individu.

Lumpectomy (operasi pengangkatan tumor) : Melepaskan tumor dan margin kecil jaringan sehat disekitarnya dapat membantu mencegah penyebaran kanker. Ini mungkin pilihan jika tumornya kecil dan cenderung mudah terpisah dari jaringan di sekitarnya.

Mastektomi (pengangkatan payudara) : Mastektomi sederhana melibatkan pengangkatan lobulus, saluran, jaringan lemak, puting susu, areola, dan beberapa kulit. Radikal mastektomi menghilangkan otot dari dinding dada dan kelenjar getah bening di ketiak juga.

Biopsi nodus sentinel : Melepaskan satu kelenjar getah bening dapat menghentikan penyebaran kanker, karena jika kanker payudara mencapai kelenjar getah bening, ia dapat menyebar lebih jauh melalui sistem limfatik ke bagian tubuh yang lain.

Diseksi kelenjar getah bening aksila : Jika ada sel kanker pada nodus yang disebut nodus sentinel, ahli bedah dapat merekomendasikan untuk menyingkirkan beberapa nodus nimfa di ketiak untuk mencegah penyebaran penyakit.

Rekonstruksi : Setelah operasi payudara, rekonstruksi bisa menciptakan payudara sehingga terlihat mirip dengan payudara lainnya. Ini bisa dilakukan bersamaan dengan mastektomi, atau di kemudian hari. Dokter bedah dapat menggunakan implan payudara, atau jaringan dari bagian lain dari tubuh pasien.

Radioterapi

Dosis terkontrol radiasi ditargetkan pada tumor untuk menghancurkan sel kanker. Digunakan dari sekitar sebulan setelah operasi, bersamaan dengan kemoterapi, ia dapat membunuh sel kanker yang tersisa.

Setiap sesi berlangsung beberapa menit, dan pasien mungkin memerlukan tiga sampai lima sesi per minggu selama 3 sampai 6 minggu, tergantung pada tujuan dan tingkat kankernya.

Jenis kanker payudara akan menentukan jenis terapi radiasi apa, jika ada, paling sesuai.

Efek sampingnya meliputi kelelahan, lymphedema, penggelapan kulit payudara, dan iritasi pada kulit payudara.

Kemoterapi

Obat yang dikenal sebagai obat sitotoksik dapat digunakan untuk membunuh sel kanker, jika ada risiko tinggi kambuh atau menyebar. Ini disebut kemoterapi ajuvan.

Jika tumornya besar, kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor dan membuat pengangkatannya menjadi lebih mudah. Ini disebut kemoterapi neo-ajuvan.

Kemoterapi juga bisa mengobati kanker yang telah bermetastasis, atau menyebar ke bagian tubuh yang lain, dan bisa mengurangi beberapa gejala, terutama pada tahap selanjutnya.

Ini dapat digunakan untuk mengurangi produksi estrogen, karena estrogen dapat mendorong pertumbuhan beberapa kanker payudara.

Efek sampingnya meliputi mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan, sakit mulut, rambut rontok, dan kerentanan yang sedikit lebih tinggi terhadap infeksi. Obat dapat membantu mengendalikan banyak dari ini.

Terapi Penghambat Hormon

Terapi penghambat hormon digunakan untuk mencegah kekambuhan pada kanker payudara yang peka hormon. Ini sering disebut sebagai reseptor estrogen reseptif (ER) positif dan progesteron (PR) positif.

Terapi pemblokiran hormon biasanya digunakan setelah operasi, namun terkadang bisa digunakan untuk mengecilkan tumor.

Ini mungkin satu-satunya pilihan bagi pasien yang tidak dapat menjalani operasi, kemoterapi, atau radioterapi.

Efeknya biasanya berlangsung hingga 5 tahun setelah operasi. Pengobatannya tidak akan berpengaruh pada kanker yang tidak sensitif terhadap hormon.

Contohnya meliputi:

  • tamoxifen
  • penghambat aromatase
  • ablasi ovarium atau penekanan
    Obat agonis hormon pelepas hormon luteinising (LHRHa) yang disebut Goserelin, untuk menekan ovarium.

Pengobatan hormon dapat mempengaruhi kesuburan wanita di masa depan.

Pengobatan Biologis

Obat yang ditargetkan menghancurkan jenis kanker payudara tertentu. Contohnya termasuk trastuzumab (Herceptin), lapatinib (Tykerb), dan bevacizumab (Avastin). Obat ini semua digunakan untuk tujuan yang berbeda.

Perawatan untuk kanker payudara dan lainnya dapat memiliki efek samping yang parah.

Pasien harus mendiskusikan dengan dokter risiko yang terlibat dan cara meminimalkan efek negatif, saat menentukan pengobatan.

Pencegahan dan Prospek

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker payudara, namun beberapa keputusan gaya hidup dapat secara signifikan mengurangi risiko kanker payudara dan jenis kanker lainnya.

Ini termasuk:

  • menghindari konsumsi alkohol berlebih
  • mengikuti diet sehat dengan banyak buah dan sayuran segar
  • cukup berolahraga
  • menjaga indeks massa tubuh yang sehat (IMT)

Wanita harus memikirkan dengan hati-hati pilihan mereka untuk menyusui dan penggunaan HRT setelah menopause, karena ini dapat mempengaruhi risiko.

Operasi pencegahan merupakan pilihan bagi perempuan yang berisiko tinggi.

Pandangan

Dengan perawatan, seorang wanita yang menerima diagnosis kanker payudara tahap 0 atau stadium 1 memiliki kemungkinan hampir hampir 100 persen bertahan hidup setidaknya selama 5 tahun.

Jika diagnosis dilakukan pada stadium 4, kemungkinan bertahan 5 tahun lagi sekitar 22 persen.

Pemeriksaan rutin dan skrining dapat membantu mendeteksi gejala lebih awal. Wanita harus mendiskusikan pilihan mereka dengan dokter.

 

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

 

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)
“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya

Semua Hal Tentang Kanker Otak Serta Pengobatan Alami Nan Herbal

Kanker otak dapat memiliki beragam gejala termasuk kejang, kantuk, kebingungan, dan perubahan perilaku. Tidak semua tumor otak bersifat kanker, dan tumor jinak bisa menghasilkan gejala yang serupa.

Kanker Otak

Kanker Otak

Kanker otak adalah tumor otak ganas yang dapat menyebar dengan cepat ke bagian lain dari otak dan tulang belakang. Perlu diketahui, tidak semua tumor otak bersifat ganas dan bisa dikategorikan sebagai kanker. Ada juga tumor otak yang bersifat jinak. Tumor otak jinak adalah sekumpulan sel-sel otak yang tumbuh perlahan dan tidak menyebar ke bagian lain.

Tumor otak sendiri adalah pertumbuhan sel-sel otak yang tidak wajar dan tidak terkendali. Pada otak, tumor dapat berkembang dari sel yang menyusun jaringan otak, dari saraf yang keluar-masuk ke otak, dan dari selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang (meninges).

Menurut asalnya, tumor otak terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Tumor otak primer adalah tumor yang muncul pada otak, sedangkan tumor otak sekunder adalah tumor yang berasal dari bagian tubuh lain namun menyebar ke otak.

Kebanyakan kasus kanker otak merupakan jenis kanker otak sekunder, di mana kanker berawal dari organ tubuh lain kemudian menyebar ke otak. Jika dilihat dari tingkat perkembangannya serta kecepatan pertumbuhan dan penyebarannya, keganasan tumor otak dibagi menjadi 4 tingkat yaitu:

  • Stadium 1 dan 2 : umumnya nya bersifat jinak.
  • Stadium 3 dan 4 : biasanya bersifat ganas, dan bisa disebut sebagai ‘kanker’.

Artikel ini khusus membahas tumor otak stadium 3 dan 4 (ganas).

Gejala Kanker Otak

Gejala tumor otak bervariasi dari satu penderita ke penderita lain tergantung pada ukuran dan bagian otak yang terjangkit. Tumor bisa membuat area otak yang terjangkiti tidak berfungsi dengan baik dan menekan jaringan otak sehingga menyebabkan sakit kepala serta kejang-kejang.

Berikut ini beberapa gejala umum tumor otak yang lain:

  • Kelelahan berlebihan dan mudah mengantuk.
  • Gangguan penglihatan.
  • Gangguan berjalan dan berbicara.
  • Muntah-muntah.

Pengobatan Kanker Otak

Kanker otak primer memiliki tiga faktor yang bisa memengaruhi hasil pengobatan:

  • Tipe sel otak yang menjadi tumor.
  • Letak tumor di dalam otak.
  • Kondisi kesehatan dan umur penderita saat didiagnosis dengan tumor.

Penyakit ini harus ditangani secepat mungkin, biasanya dengan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel-sel kanker sebanyak mungkin. Proses penyembuhan bisa dilanjutkan dengan radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya. Jika tidak segera dilakukan pembedahan, kanker bisa berpotensi menyebar dan merusak bagian dari otak dan saraf tulang belakang, bahkan hingga ke organ lainnya.

Sedangkan pada kanker otak sekunder, manfaat perawatan hanya untuk meringankan gejala dan memperpanjang usia saja. Karena kecilnya kemungkinan bagi penderita untuk sembuh total, terutama tumor maupun kanker yang ada sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Bagi Penderita Kanker Otak

Merasa takut adalah hal yang wajar bagi penderita kanker otak. Seluruh keluarga penderita harus dilibatkan dalam segala penentuan keputusan dan cara menjalani kehidupan sehari-hari. Keluarga juga harus memahami dan mengerti tentang apa yang sedang dan mungkin akan terjadi.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin membantu Anda, keluarga, dan teman dekat untuk mengatasi perubahan di dalam hidup:

  • Mencari informasi medis yang akurat tentang penyakit dan pilihan proses pengobatan kanker otak.
  • Jika Anda merasa kesulitan mengingat pertanyaan dan jawaban, tulis semuanya sebagai pengingat. Siapkan sesuatu untuk mencatat.
  • Sangat baik untuk Anda mengambil keputusan secara aktif dalam pilihan cara penanganan dan perawatan
  • Anda. Ini bisa membantu menghilangkan rasa takut akibat ketidakpahaman dan Anda pun bisa merasa punya kendali atas apa yang terjadi.
  • Jangan memaksakan diri untuk beraktivitas seperti sebelum didiagnosis. Tentukan batas untuk diri sendiri.

Kanker otak bisa berdampak pada kemampuan motorik, bicara, penglihatan, serta pola pikir pada saat dan setelah pengobatan. Ada berbagai tipe terapi dapat dilakukan untuk membantu proses pemulihan. Anda dapat menjalani konseling jika ingin membahas mengenai aspek emosional dari diagnosis dan perawatan Anda.

==> Baca juga info : Human Pappiloma Virus (HPV) dan Kanker Serviks

Cara Mengobati Kanker Otak Secara Alami dan Herbal

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

 

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)
“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya