Cara Mengobati Kanker Payudara Stadium 1-4

Wednesday, February 7th 2018. | Pengobatan Kanker

Didasarkan pada sistem Stadium AJCC sebelum tahun 2018 yang terutama didasarkan pada ukuran tumor dan status kelenjar getah bening. Karena sistem stadium terbaru untuk kanker payudara sekarang juga mencakup status ER, PR dan HER2, stadiumnya mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari sistem stadium sebelumnya. Apakah strategi pengobatan akan berubah dengan sistem pementasan baru ini belum ditentukan. Anda harus mendiskusikan tahap dan pilihan pengobatan Anda dengan dokter Anda.

Stadium (tingkat) kanker payudara Anda merupakan faktor penting dalam membuat keputusan tentang pilihan pengobatan Anda. Secara umum, semakin banyak kanker payudara telah menyebar, semakin banyak perawatan yang mungkin Anda butuhkan. Tapi faktor lain juga penting, seperti:

  • Jika sel kanker mengandung reseptor hormon (yaitu jika kankernya ER-positif atau PR-positif)
  • Jika sel kanker memiliki sejumlah besar protein HER2 (yaitu jika kankernya HER2-positif)
  • Kesehatan dan preferensi pribadi Anda secara keseluruhan
  • Jika sudah mengalami menopause atau tidak
  • Seberapa cepat kanker tumbuh (diukur dengan kadar atau ukuran lainnya)

Bicarakan dengan dokter Anda tentang bagaimana faktor-faktor ini dapat mempengaruhi pilihan pengobatan Anda.

Stadium 0

Kanker stadium 0 berarti bahwa kanker terbatas pada bagian dalam duktus payudara dan merupakan kanker non-invasif. Pendekatan pengobatan untuk tumor payudara non-invasif ini seringkali berbeda dengan pengobatan kanker payudara invasif. Stadium 0 tumor payudara meliputi karsinoma duktal in situ (DCIS)

Karsinoma lobular in situ (LCIS) dulunya dikategorikan sebagai Tahap 0 tapi ini telah berubah, karena bukan kanker, namun memang menunjukkan risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Carilah informasi lebih lanjut tentang LCIS dalam Kondisi Payudara Non-Kanker.

Stadium 1-3

Pengobatan untuk kanker payudara stadium 1 sampai 3 biasanya mencakup operasi dan terapi radiasi, sering bersamaan dengan kemo atau terapi obat lain baik sebelum atau sesudah operasi.

  • Stadium 1 : Kanker payudara ini masih relatif kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening atau hanya memiliki area kecil penyebaran kanker di kelenjar getah bening sentinel (kelenjar getah bening pertama yang cenderung menyebar oleh kanker).
  • Stadium 2 : Kanker payudara ini lebih besar dari kanker stadium 1 dan telah menyebar ke beberapa kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Stadium 3 : Tumor ini lebih besar atau tumbuh ke jaringan terdekat (kulit di atas payudara atau otot di bawahnya), atau mereka telah menyebar ke banyak kelenjar getah bening terdekat.

Stadium 4 (Kanker Payudara Metastatik)

Kanker stadium 4 telah menyebar ke luar payudara dan kelenjar getah bening di dekatnya ke bagian tubuh yang lain. Pengobatan untuk kanker payudara stadium 4 biasanya merupakan terapi sistemik (obat).

Kanker Payudara Inflamasi

Kanker payudara inflamasi (IBC) dapat berupa stadium 3 atau stadium 4, tergantung pada apakah telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Pengobatan untuk IBC dapat mencakup terapi kemo atau terapi sistemik lainnya, terapi lokal seperti radiasi, dan operasi.

Kanker Payudara Rekuren

Kanker disebut rekuren saat kembali setelah pengobatan. Kekambuhan bisa bersifat lokal (di payudara yang sama atau di bekas luka operasi), regional (di kelenjar getah bening di dekatnya), atau di daerah yang jauh. Pengobatan untuk kanker payudara berulang bergantung pada di mana kanker berulang dan perawatan apa yang Anda miliki sebelumnya.

Kanker Payudara Triple-Negatif

Sel kanker payudara triple-negatif tidak memiliki reseptor estrogen atau progesteron dan juga tidak memiliki terlalu banyak protein yang disebut HER2. Kanker payudara tiga tingkat negatif tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada kebanyakan jenis kanker payudara lainnya. Karena sel kanker tidak memiliki reseptor hormon, terapi hormon tidak membantu dalam mengobati kanker ini. Dan karena mereka tidak memiliki banyak HER2, obat-obatan yang menargetkan HER2 juga tidak membantu. Kemoterapi biasanya merupakan pengobatan standar.

Karena tidak banyak perawatan saat ini untuk jenis kanker payudara ini, jika Anda berada dalam kondisi sehat, Anda mungkin ingin memikirkan untuk mengambil bagian dalam uji coba klinis untuk menguji pengobatan yang lebih baru.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker
Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)
“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya
tags: , , , , , , , ,