Apa Itu Herpes dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pada dasarnya penyakit herpes bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu herpes Zoster dan herpes Genitalis. Penyakit Herpes atau yang biasa orang awam sebut dengan “Cacar” adalah penyakit peradangan pada kulit yang ditandai dengan Pembentukan gelembung gelembung yang berisi air (Peradangan), lebih lanjut virus itu dikenal dengan sebutan Human Herpes Virus atau HHV.

 

Herpes Zoster

Herpes zoster adalah infeksi pada saraf dan kulit di sekitarnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan virus penyebab cacar air, yaitu varisela zoster. Virus varisela yang menetap di sekitar tulang belakang atau dasar dari tulang tengkorak tubuh bahkan setelah cacar air sembuh, dapat kembali aktif di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.

 

Herpes zoster

 

Gejala-gejala Herpes Zoster

Apabila mengalami herpes zoster, gejala pertamanya adalah rasa sakit. Rasa sakit tersebut bisa berupa rasa panas seperti terbakar atau rasa seperti tertusuk benda tajam. Selain itu terkadang muncul rasa gatal dan mati rasa pada bagian yang terkena. Ruam kemudian akan muncul serta berubah menjadi luka melepuh berisi air yang gatal dan menyerupai bintil cacar air. Lepuhan lalu akan mengering dan berubah menjadi koreng dalam beberapa hari. Gejala herpes zoster hanya muncul pada satu sisi tubuh sesuai dengan saraf yang terinfeksi. Selain itu, gejala awal penyakit ini terkadang dapat bervariasi. Sebagian kecil pengidap mengalami rasa nyeri tapi tanpa ruam. Berikut adalah gejala-gejala lain yang mungkin menyertai gejala utama:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Rasa lelah dan tidak enak badan.

Herpes zoster umumnya bukan penyakit yang tergolong serius atau berakibat fatal dan akan sembuh sendiri setelah 14-28 hari. Tetapi, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika merasakan gejala dan tanda klinis di atas, apalagi jika pernah menderita cacar air. Penanganan sedini mungkin akan menurunkan risiko komplikasi.

 

Faktor Risiko Herpes Zoster

Alasan di balik virus varisela yang aktif kembali belum diketahui secara pasti. Meski demikian, ada sejumlah faktor yang diduga memengaruhinya. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Usia. Insiden penyakit ini meningkat sejalan dengan bertambahnya umur penderita, umumnya dialami pasien berusia di atas 50 tahun.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya karena mengidap HIV/AIDS, menggunakan obat steroid jangka panjang atau immunosupresan, maupun menjalani kemoterapi.
  • Mengalami stres secara fisik maupun emosional.

Herpes zoster tidak menular. Tetapi jika Anda belum pernah terkena cacar air dan mengalami kontak langsung dengan penderita herpes zoster, Anda dapat terinfeksi virus varisela zoster dan terkena cacar air.

Pengidap herpes zoster juga sebaiknya menghindari kontak dengan bayi yang baru lahir, ibu hamil, serta orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

 

Diagnosis dan Langkah Pengobatan Herpes Zoster

Diagnosis herpes zoster biasanya dilakukan dengan memeriksa lokasi dan bentuk ruam, serta rasa nyeri dan gejala-gejala lain yang dirasakan. Dokter mungkin akan mengambil sampel kulit ruam atau cairan dari ruam yang kemudian akan diperiksa di laboratorium jika dibutuhkan.

Sama seperti cacar air, tidak ada langkah khusus untuk menangani herpes zoster. Tujuan pengobatannya adalah mengurangi gejala sampai penyakit ini sembuh dengan sendirinya.

Langkah pengobatan medis yang dapat dilakukan untuk mempercepat kesembuhan sekaligus mengurangi risiko komplikasi adalah dengan pemberian obat antivirus. Contohnya, acyclovir dan Valacyclovir. Obat antivirus paling efektif jika diminum dalam tiga hari setelah ruam muncul. Namun bila pasien memiliki risiko kompliasi, obat ini dapat diberikan sampai sebelum 7 hari setelah ruam muncul. Konsumsi obat  antivirus biasanya dilakukan selama 7-10 hari.

Kelompok orang yang khususnya memerlukan obat antivirus meliputi manula dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, seperti pengidap kanker, HIV, serta diabetes. Selain itu, antivirus juga diberikan pada pengidap dengan ruam atau nyeri yang parah dan jika herpes zoster berdampak pada mata.

Menangani rasa nyeri sedini mungkin juga dapat menghindarkan pengidap dari komplikasi gangguan saraf. Untuk mengatasi rasa nyeri, ada beberapa jenis obat yang biasanya akan diberikan dokter. Di antaranya adalah:

  • Obat pereda sakit, seperti parasetamol, ibuprofen dan kodein.
  • Obat antidepresan trisiklik (TCA), misalnya amitriptyline, imipramine, dan nortriptyline. Dokter biasanya akan meningkatkan dosis obat ini perlahan-lahan sampai rasa nyeri dapat teratasi.
  • Obat antikonvulsan, misalnya gabapentin dan pregabalin.

Obat antikonvulsan dan antidepresan umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga keefektifannya dapat dirasakan pengidap. Selain obat-obatan, Anda juga dapat melakukan langkah-langkah sederhana untuk mengurangi gejala yang Anda alami, contohnya:

  • Mengenakan pakaian longgar dan berbahan lembut seperti katun.
  • Menutup ruam agar tetap bersih dan kering guna mengurangi iritasi serta risiko infeksi.
  • Hindari penggunaan plester atau apa pun yang berbahan perekat agar tidak menambah iritasi.

Apabila ruam terasa gatal, Anda dapat menggunakan losion kalamin untuk menguranginya. Tetapi hindarilah pemakaian antibiotik oles karena dapat memperlambat proses penyembuhan. Sedangkan luka melepuh yang berair dapat dirawat dan dibersihkan memakai kompres air dingin.

 

Metode Pencegahan Herpes Zoster

Langkah pencegahan utama yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko herpes zoster adalah dengan menerima vaksin herpes zoster. Vaksin herpes zoster disarankan untuk diberikan pada usia di atas 50 tahun. Vaksin juga dapat diberikan pada orang yang pernah menderita herpes zoster untuk mencegah kekambuhan. Walau tidak mencegah terkena herpes zoster sepenuhnya, vaksinasi ini setidaknya bisa mengurangi keparahan gejala penyakit ini dan penderita akan lebih cepat sembuh. Anda juga dapat mencegah penularan herpes zoster dengan cara sederhana berupa tidak meminjam barang-barang pribadi pengidap (misalnya handuk atau pakaian).

 

Komplikasi Herpes Zoster

Jika tidak diobati, herpes zoster dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius yang meliputi:

  • Neuralgia pasca-herpes atau postherpetic neuralgia. Rasa nyeri yang parah ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah ruam sembuh. Diperkirakan hanya sebagian kecil pengidap herpes zoster di atas usia 50 tahun yang mengalami komplikasi ini.
  • Kebutaan. Jika muncul di sekitar mata, herpes zoster dapat mengakibatkan peradangan pada saraf mata, glaukoma, dan bahkan berujung pada kebutaan.
  • Gangguan pada saraf, misalnya inflamasi pada otak, masalah pada pendengaran, atau bahkan keseimbangan tubuh.
  • Infeksi bakteri pada ruam atau lepuhan apabila kebersihannya tidak dijaga kebersihannya.
  • Bercak putih pada bekas ruam. Ruam herpes zoster dapat menyebabkan kerusakan pigmen kulit dan terlihat seperti bekas luka.

 

Herpes Genitalis

Herpes genital adalah infeksi pada alat kelamin yang bisa menulari pria dan wanita. Penyakit ini salah satu dari Infeksi Menular Seksual atau IMS karena umumnya ditularkan melalui hubungan seksual (vagina, anal, dan oral).

Infeksi yang terjadi disebabkan oleh virus herpes simpleks atau sering disebut sebagai HSV. Ketika aktif, virus ini akan berkembang dan bergerak di antara sel-sel saraf. HSV dapat menular dan masuk ke dalam tubuh melalui berbagai membran mukosa. Membran mukosa adalah jaringan lunak basah yang melapisi bagian terbuka tubuh. Membran mukosa berada di beberapa bagian tubuh dan bersinggungan langsung dengan kulit, yaitu pada dinding mulut, bagian dalam kelopak mata, di dalam telinga, dalam saluran urin, di dinding vagina dan anus.

 

Herpes Genitalis

 

Gejala herpes genital yang pertama kali muncul adalah luka melepuh yang kemerahan dan terasa sakit di sekitar daerah genital. Luka ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka.

 

Penyebab Herpes Genital

Penyebab herpes genital adalah virus herpes simpleks. Virus ini terbagi menjadi dua macam, Tipe 1 (HSV-1) dan Tipe 2 (HSV-2). Kedua jenis virus ini sangat mudah menular dan penularannya terjadi dari kontak langsung dari orang yang terinfeksi. Herpes terkadang tidak menimbulkan gejala tertentu, tapi orang yang terinfeksi tetap bisa menularkan virus itu. Karena gejalanya yang cukup ringan, sekitar 80 persen orang yang terinfeksi tidak menyadari bahwa mereka telah menderita herpes.

 

Pengobatan Herpes Genital

Tidak ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan infeksi HSV. Obat-obatan antivirus yang digunakan hanya dapat mengendalikan gejala yang muncul akibat infeksi virus ini.Obat-obatan antiherpes yang paling sering digunakan adalah:

  • Asiklovir
  • Famsiklovir
  • Valasiklovir

 

Alternatif Pengobatan Herpes Zoster dan Genitalis

Selain pengobatan medis kami juga merekomendasikan salah satu pengobatan alternatif yang cukup efektif untuk mengatasi penyakit herpes zoster atau genitalis yaitu dengan obat herbal dari de nature indonesia yang sudah terdaftar dan teruji klinis oleh BPOM RI dan DINKES RI lebih aman tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya.

 

Harga Nett. Rp. 750.000, Belum Termasuk Ongkir

Obat Herpes De NatureKhasiat Obat Herpes De Nature :

Masing-masing perbotol isi 50 kapsul @500 grm
Salep plus (Untuk mengoleskan luka herpes) @150 grm

*Membantu mengobati herpes pada jenisnya*
  *Membersihkan dan meregenerasi sel darah merah*
*Melancarkan peredaran darah*
  *Untuk memulihkan stamina*

 *Format Cara Pemesanan*

 Nama Penerima#Alamat Lengkap#No.Hp#Obat Herpes#Pembayaran (Bri, Bni, Bca atau Mandiri)

 

Kirim Ke Salah Satu Customer Service Kami Berikut

 

*Real Testimoni Pembeli*

Kelebihan Belanja Online Pada Kami (Denature Indonesia)

  • Setiap penyakit berbeda obatnya, jadi obat kami khusus untuk penyakit itu sendiri.
  • Harga lebih murah, dan kualitas terbaik.
  • Tanpa perlu pergi ke dokter (tidak perlu malu saat ke dokter, hemat waktu, dll).
  • Tidak perlu disuntik.
  • Masa penyembuhannya singkat, dan proses obatnya hanya 6 jam.
  • Barang dikirim ke alamat rumah Anda via JNE, TIKI, POS (kilat), dibungkus rapi, dan RAHASIA DIJAMIN.
  • Proses pengiriman cepat dan aman.
  • Botol obat sengaja kami buat polos agar tidak ada yang tahu identitas obatnya jadi privasi Anda lebih terjamin.
  • Hanya kami yang selalu mengutamakan ke puasan konsumen
This entry was posted in Penyakit Herpes and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.