Resiko Dan Komplikasi Akibat Penyakit Herpes

Resiko Dan Komplikasi Akibat Penyakit Herpes – Secara medis penyakit herpes sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu penyakit herpes zoster (Kulit) dan herpes genital/simplex (Kelamin). Masing-masing penyakit herpes tersebut memiliki gejala yang berbeda, begitupun dengan tingkat resiko dan komplikasi yang ditimbulkan tiap jenis penyakit herpes yang menyerang Anda.

Virus Herpes

Pada Herpes genital, infeksi yang terjadi pada kasus herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks atau sering disebut sebagai HSV. HSV dapat menular dan masuk ke dalam tubuh melalui berbagai membran mukosa dalam tubuh, seperti mulut, kulit, dan kelamin. Virus ini seringkali menetap di tubuh manusia dan suatu saat bisa aktif lagi. Saat virus ini aktif, gejala-gejala herpes genital akan kembali muncul. Virus ini bisa kambuh antara empat sampai lima kali pada dua tahun pertama sejak terinfeksi. Jenis herpes ini, umumnya akan menginfeksi alat kelamin yang bisa terjadi pada pria dan wanita. Penyakit ini termasuk salah satu infeksi menular seksual (IMS) karena umumnya ditularkan melalui hubungan seksual (vagina, anal, dan oral). Herpes genital bisa dikenali dengan kemunculan luka melepuh berwarna kemerahan dan terasa sakit di sekitar area kelamin. Luka ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka.

Komplikasi yang mungkin bisa terjadi bersamaan dengan herpes genital umumnya berupa penyakit infeksi menular seksual, inflamasi, infeksi pada bayi, dan gangguan pada kandung kemih. Selengkapnya akan dijelaskan di bawah ini:

Infeksi Menular Seksual Lainnya

Penderita herpes genital dengan luka terbuka memiliki risiko lebih tinggi untuk menyebarkan atau tertular penyakit seksual lainnya, terutama jika berhubungan seksual tanpa pengaman. Penularan paling parah adalah terjadinya komplikasi berupa HIV/AIDS.

Inflamasi atau Peradangan

Pada beberapa kasus, herpes genital bisa menyebabkan inflamasi atau peradangan di saluran kemih. Pembengkakan yang terjadi bisa menutup jalur uretra selama beberapa hari. Dalam kasus ini, kateter harus dimasukkan untuk menyedot isi kandung kemih. Selain pada uretra, peradangan juga bisa terjadi pada bagian rektal. Inflamasi pada dinding rektum ini lebih sering terjadi pada pria yang berhubungan seksual dengan pria lainnya. Pada kasus yang sangat langka, virus herpes simpleks juga bisa mengakibatkan meningitis atau radang pada selaput otak.

Pada Masa Kehamilan

Virus herpes simpleks atau HSV bisa menimbulkan masalah kehamilan. Virus ini bisa ditularkan kepada bayi saat melahirkan. Jika infeksi HSV terjadi sebelum kehamilan, kemungkinan penularan pada sang bayi sangatlah kecil.
Pada beberapa bulan terakhir di masa kehamilan, sang ibu akan melepaskan banyak antibodi pelindung kepada bayinya. Antibodi inilah yang akan melindungi sang bayi dari berbagai mikroorganisme termasuk HSV. Antibodi ini dapat bertahan pada saat melahirkan hingga beberapa bulan setelahnya.

Jika gejala herpes kembali muncul, obat asiklovir mungkin perlu dikonsumsi. Tanyakan kepada dokter kandungan tentang penanganan yang Anda bisa dapatkan, termasuk di dalamnya dosis dan aturan pakai obat tersebut.

Jika Anda mengalami infeksi pertama pada awal 3-6 bulan masa kehamilan, maka risiko infeksi menular pada bayi akan meningkat, begitu juga dengan risiko keguguran. Oleh karena itu, asiklovir mungkin perlu dikonsumsi.

Virus herpes bisa menular saat proses persalinan. Jika infeksi pertama terjadi di atas 6 bulan usia kehamilan, risiko penularan infeksi pada bayi sangat tinggi. Hal ini terjadi karena tubuh sang ibu memerlukan waktu untuk menghasilkan antibodi sebelum sang bayi dilahirkan. Untuk menghindarinya, perlu dilakukan operasi caesar. Kelahiran normal akan membuat risiko penularan infeksi pada bayi meningkat 40 persen lebih tinggi.

Infeksi pada Bayi dalam Proses Persalinan

Bagi bayi yang terinfeksi HSV pada saat proses persalinan, infeksi yang terjadi bisa sangat berbahaya dan terkadang mematikan. Kondisi ini dikenal sebagai neonatal herpes. Herpes yang terjadi pada saat melahirkan ini dapat berdampak buruk kepada organ tubuh seperti pada mata, mulut, dan kulit. Selain itu, otak dan sistem saraf lainnya juga bisa terkena dampak dari infeksi ini. Pada kasus neonatal herpes yang parah, berbagai organ tubuh lainnya seperti paru-paru dan hati juga bisa terserang hingga dapat menyebabkan kematian.

Sedangkan Pada Herpes Zoster, umumnya akan menginfeksi saraf dan kulit di sekitarnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan virus penyebab cacar air, yaitu varisela zoster. Virus varisela yang menetap di sekitar tulang belakang atau dasar dari tulang tengkorak tubuh bahkan setelah cacar air sembuh, dapat kembali aktif di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.

Alasan di balik virus varisela yang aktif kembali belum diketahui secara pasti. Meski demikian, ada sejumlah faktor yang diduga memengaruhinya. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Usia. Insiden penyakit ini meningkat sejalan dengan bertambahnya umur penderita, umumnya dialami pasien berusia di atas 50 tahun.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya karena mengidap HIV/AIDS, menggunakan obat steroid jangka panjang atau immunosupresan, maupun menjalani kemoterapi.
  • Mengalami stres secara fisik maupun emosional.

Herpes zoster tidak menular. Tetapi jika Anda belum pernah terkena cacar air dan mengalami kontak langsung dengan penderita herpes zoster, Anda dapat terinfeksi virus varisela zoster dan terkena cacar air. Pengidap herpes zoster juga sebaiknya menghindari kontak dengan bayi yang baru lahir, ibu hamil, serta orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Jika tidak diobati, herpes zoster dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius yang meliputi:

  1. Neuralgia pasca-herpes atau postherpetic neuralgia. Rasa nyeri yang parah ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah ruam sembuh. Diperkirakan hanya sebagian kecil pengidap herpes zoster di atas usia 50 tahun yang mengalami komplikasi ini.
  2. Kebutaan. Jika muncul di sekitar mata, herpes zoster dapat mengakibatkan peradangan pada saraf mata, glaukoma, dan bahkan berujung pada kebutaan.
  3. Gangguan pada saraf, misalnya inflamasi pada otak, masalah pada pendengaran, atau bahkan keseimbangan tubuh.
  4. Infeksi bakteri pada ruam atau lepuhan apabila kebersihannya tidak dijaga kebersihannya.
    Bercak putih pada bekas ruam. Ruam herpes zoster dapat menyebabkan kerusakan pigmen kulit dan terlihat seperti bekas luka.

Baca Juga Info : Benarkah Penderita Penyakit Herpes Tidak Boleh Mandi

 

Obati Herpes Tradisional

de Nature 100% Herbal

Obat Herpes De NatureHarga Nett. Rp. 750.000, Belum Termasuk Ongkir

Khasiat Obat Herpes De Nature :

Masing-masing perbotol isi 50 kapsul @500 grm
Salep plus (Untuk mengoleskan luka herpes) @150 grm

*Membantu mengobati herpes pada jenisnya*
*Membersihkan dan meregenerasi sel darah merah*
*Melancarkan peredaran darah*
*Untuk memulihkan stamina*

*Format Cara Pemesanan*

Nama Penerima#Alamat Lengkap#No.Hp#Obat Herpes#Pembayaran (Bri, Bni, Bca atau Mandiri)

Kirim Ke Salah Satu Customer Service Kami Berikut

 

*Real Testimoni Pembeli*

Kelebihan Belanja Online Pada Kami (Denature Indonesia)

  • Setiap penyakit berbeda obatnya, jadi obat kami khusus untuk penyakit itu sendiri.
  • Harga lebih murah, dan kualitas terbaik.
  • Tanpa perlu pergi ke dokter (tidak perlu malu saat ke dokter, hemat waktu, dll).
  • Tidak perlu disuntik.
  • Masa penyembuhannya singkat, dan proses obatnya hanya 6 jam.
  • Barang dikirim ke alamat rumah Anda via JNE, TIKI, POS (kilat), dibungkus rapi, dan RAHASIA DIJAMIN.
  • Proses pengiriman cepat dan aman.
  • Botol obat sengaja kami buat polos agar tidak ada yang tahu identitas obatnya jadi privasi Anda lebih terjamin.
  • Hanya kami yang selalu mengutamakan ke puasan konsumen
This entry was posted in Pengobatan Herpes, Penyakit Herpes and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.