10 Gejala Kanker Payudara Stadium 4

Stadium Kanker Payudara

Dokter biasanya mengkategorikan kanker payudara secara bertahap. Menurut National Cancer Institute, tahapan tersebut didefinisikan sebagai berikut:

  • Stadium 1: Ini adalah tahap awal kanker payudara. Tumor tidak lebih besar dari dua sentimeter, meskipun beberapa kelompok kanker yang sangat kecil mungkin ada di kelenjar getah bening.
  • Stadium 2: Ini menandakan bahwa kanker sudah mulai menyebar. Kanker mungkin ada di kelenjar getah bening, atau tumor payudara lebih besar dari dua sentimeter.
  • Stadium 3: Dokter menganggap ini sebagai bentuk kanker payudara yang sudah berkembang. Tumor payudara mungkin besar atau kecil, dan mungkin telah menyebar ke dada dan atau ke beberapa kelenjar getah bening. Terkadang kanker telah menyerang kulit payudara, menyebabkan radang atau borok kulit.
  • Stadium 4: Kanker telah menyebar dari payudara ke daerah lain di tubuh.

Stadium 4 kanker payudara dianggap stadium paling agresif dan memiliki pandangan terburuk. Bagi wanita yang mendapatkan diagnosis awal kanker payudara stadium 4, berikut ini adalah gejala yang paling umum yang kemungkinan akan terjadi.

Gejala Penyakit Kanker Payudara Stadium 4

Benjolan Payudara

Pada tahap awal kanker, mammogram dan jenis teknik skrining kanker lainnya. Mereka bisa mendeteksi tanda awal perubahan kanker.

Meski tidak semua kanker stadium 4 akan mencakup tumor besar, banyak wanita akan bisa melihat atau merasakan benjolan di payudara mereka. Mungkin ada di bawah ketiak atau di tempat lain di dekatnya. Wanita mungkin juga merasakan pembengkakan umum di sekitar daerah payudara atau ketiak.

Perubahan Kulit

Beberapa jenis kanker payudara mengakibatkan perubahan pada kulit. Misalnya, penyakit Paget pada payudara adalah sejenis kanker yang terjadi di daerah puting susu. Biasanya disertai tumor di dalam payudara. Kulit bisa iritasi atau gatal, terlihat merah atau terasa kental. Beberapa orang mengalami kulit kering dan terkelupas.

Kanker payudara inflamasi dapat menciptakan perubahan pada kulit. Sel kanker memblokir pembuluh getah bening, menyebabkan kemerahan, bengkak, dan kulit pipih. Kanker payudara stadium 4 dapat mengembangkan gejala ini terutama jika tumornya besar atau melibatkan kulit payudara.

Nipple Discharge

Nipple discharge bisa menjadi gejala dari setiap tahap kanker payudara. Cairan apapun yang keluar dari puting susu, apakah berwarna atau bening, dianggap puting susu. Cairannya mungkin berwarna kuning dan terlihat seperti nanah, atau mungkin terlihat berdarah.

Pembengkakan

Payudara mungkin terlihat dan terasa normal pada tahap awal kanker payudara, meski ada sel kanker yang tumbuh di dalamnya. Pada tahap selanjutnya, orang mungkin mengalami pembengkakan di daerah payudara dan atau pada lengan yang terkena. Hal ini terjadi ketika kelenjar getah bening di bawah lengan besar dan bersifat kanker. Hal ini dapat menghalangi aliran cairan normal dan menyebabkan cadangan cairan atau lymphedema.

Payudara Tidak Nyaman dan Nyeri

Wanita mungkin merasakan ketidaknyamanan dan rasa sakit saat kanker tumbuh dan menyebar di payudara. Tumor besar bisa tumbuh menjadi atau menyerang kulit dan menyebabkan luka atau borok yang menyakitkan. Bisa juga menyebar ke otot dada dan tulang rusuk sehingga menimbulkan rasa sakit yang nyata.

Kelelahan

Kelelahan adalah gejala yang paling sering dilaporkan pada orang dengan kanker, menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang dipublikasikan di jurnal Oncologist. Ini mempengaruhi sekitar 25 sampai 99 persen orang selama perawatan, dan 20 sampai 30 persen orang setelah perawatan. Pada stadium 4 kanker, kelelahan bisa menjadi lebih umum, membuat kehidupan sehari-hari lebih sulit.

Insomnia

Tahap 4 kanker payudara bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri yang mengganggu tidur biasa.

Journal of Clinical Oncology menerbitkan sebuah penelitian tahun 2001, di mana para periset mencatat bahwa insomnia pada penderita kanker adalah “masalah yang terbengkalai.” Pada tahun 2007, Oncologist menerbitkan sebuah penelitian yang mencatat bahwa “keletihan dan gangguan tidur adalah dua dari efek samping yang paling sering dialami. oleh penderita kanker. “

Penelitian terus melihat kanker dan gangguan tidur, dan cara membantu pasien mengatasinya.

Sakit Perut, Kehilangan Nafsu Makan dan Penurunan Berat Badan

Kanker bisa menyebabkan mual, muntah, diare, dan konstipasi. Kecemasan dan kurang tidur juga bisa mengganggu sistem pencernaan. Ini bisa lebih sulit untuk makan makanan sehat karena gejala ini terjadi, membentuk lingkaran setan. Karena wanita menghindari makanan tertentu karena sakit perut, sistem pencernaan mungkin kekurangan serat dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi optimal.

Seiring waktu, wanita mungkin kehilangan nafsu makan dan mengalami kesulitan dalam mengkonsumsi kalori yang mereka butuhkan. Pasien mungkin kehilangan berat badan yang signifikan dan mengalami ketidakseimbangan gizi.

Sesak Napas

Kesulitan bernafas secara keseluruhan, termasuk sesak di dada dan kesulitan menarik napas dalam, dapat terjadi pada pasien kanker payudara tahap 4. Terkadang hal ini mengindikasikan bahwa kanker telah bermigrasi ke paru-paru, dan bisa disertai batuk kronis atau batuk kering.

Gejala Terkait Dengan Penyebaran Kanker

Begitu kanker menyebar, bisa menyebabkan gejala di daerah lain di tubuh termasuk yang berikut ini:

  • Tulang: Bila kanker menyebar ke tulang maka bisa menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan risiko patah tulang. Wanita mungkin mengalami gejala di pinggul, tulang belakang, panggul, lengan, tungkai, tulang rusuk, atau tengkorak. Berjalan bisa terasa tidak nyaman atau menyakitkan. Baca juga info: Fakta kanker payudara dan sakit punggung yang harus Anda ketahui
  • Paru-paru: Begitu sel kanker masuk ke paru-paru mereka bisa menyebabkan sesak napas, susah bernafas, dan batuk kronis.
  • Hati: Kanker di hati tidak menimbulkan gejala untuk beberapa lama. Pada stadium lanjut, wanita mungkin mengalami penyakit kuning, demam, edema atau pembengkakan, dan memperburuk penurunan berat badan.
  • Otak: Saat kanker menyebar ke otak bisa menyebabkan gejala neurologis seperti masalah keseimbangan, perubahan visual, sakit kepala, pusing, atau kelemahan.

Kapan Harus Ke Dokter

Buat janji bertemu dengan dokter Anda jika Anda khawatir dengan gejala yang Anda alami. Jika Anda telah didiagnosis menderita kanker payudara, Anda harus memberi tahu tim medis Anda jika Anda mengalami gejala baru.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker
Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya
This entry was posted in Penyakit Kanker and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.