Bahaya dan Komplikasi Kanker Payudara Stadium Lanjut

Kanker Payudara Stadium 4

Kanker payudara stadium 4 terjadi saat kanker pertama kali muncul di payudara, lalu bermetastasis, atau menyebar ke area lain di tubuh. Area umum untuk metastasis meliputi kelenjar getah bening, dinding dada, tulang, paru-paru, hati, dan otak. Syarat lain untuk kondisi ini termasuk kanker payudara “lanjutan” atau “metastasis”.

Baca juga info : Apa Tanda-tanda Peradangan Kanker Payudara

Menurut definisi, kanker payudara stadium 4 melibatkan komplikasi, karena sudah bergerak melampaui lokasi kanker aslinya. Tapi komplikasi tambahan bisa terjadi, baik secara langsung dari kanker itu sendiri, atau karena perawatan yang diterima pasien. Komplikasi ini dapat bervariasi tergantung pada jenis kanker, di mana telah menyebar, dan metode pengobatan apa yang sedang digunakan. Beberapa komplikasi yang umum terjadi antara lain:

  • Nyeri yang berhubungan dengan kanker
  • Skeletal (tulang) komplikasi
  • Komplikasi terkait pengobatan, seperti lymphedema, nyeri, dan penyakit

Kanker Payudara Stadium 4

Sakit yang Berhubungan Dengan Kanker

Kanker dapat menyebabkan rasa sakit pada diri Anda sendiri, karena tumor tumbuh dan mengambil alih daerah tubuh yang sebelumnya sehat. Kanker dapat menekan organ, saraf, dan tulang, menyebabkan sakit atau tajam, rasa sakit yang menusuk. Beberapa jenis kanker bahkan mengeluarkan bahan kimia tertentu yang bisa menimbulkan sensasi yang menyakitkan.

Komplikasi Tulang

Kanker payudara sering menyebar ke tulang, dan bisa jadi ada sejumlah komplikasi skeletal. Masalah ini sering disebabkan oleh resorpsi tulang, proses normal untuk menghancurkan tulang. Pada orang muda yang sehat, tulang dibangun kembali pada tingkat yang sama seperti dipecah. Pada orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki metastasis pada tulang, proses penyerapan terjadi lebih cepat.

Sakit Tulang

Perasaan menyakitkan dan menyakitkan di tulang Anda seringkali merupakan pertanda pertama bahwa kanker telah menyebar ke tulang. Seiring kondisi berlangsung, resorpsi menyebabkan penipisan dan melemahnya tulang. Bila tulang menjadi terlalu lemah, patah tulang bisa terjadi, terkadang tanpa ada luka besar yang menyebabkan kerusakan.

Kompresi Spinal

Ketika sel kanker tumbuh di atau di dekat tulang belakang, mereka dapat memberi tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf yang berdekatan. Tekanan ini bisa menyebabkan nyeri di punggung atau leher, mati rasa atau kesemutan, dan kesulitan berjalan. Terkadang hal itu dapat menyebabkan kesulitan mengendalikan kandung kemih dan usus. Meskipun kompresi tulang belakang kurang umum dibandingkan komplikasi tulang lainnya, hal itu bisa sangat serius.

Hiperkalsemia

Hiperkalsemia mengacu pada peningkatan kadar kalsium dalam darah. Hal ini terjadi ketika laju penyerapan meningkat, dan kalsium dari tulang dilepaskan ke dalam aliran darah. Hiperkalsemia dapat menyebabkan masalah serius, seperti:

  • Batu ginjal
  • Gagal ginjal
  • Detak jantung tak teratur
  • Masalah neurologis, termasuk kebingungan, demensia, atau koma

Mengobati Komplikasi Tulang

Kelas obat tertentu, yang disebut bifosfonat, berfungsi untuk memperlambat laju penyerapan. Mereka bekerja dengan menghancurkan osteoklas, sel-sel yang bertanggung jawab untuk resorpsi. Ini membantu menurunkan kadar kalsium dalam darah, memperlambat pelemahan struktur tulang, dan mengurangi nyeri tulang.

Komplikasi Terkait Pengobatan Kanker

Karena perawatan kanker melibatkan pembunuhan  atau pemindahan sel abnormal dan normal dari tubuh, biasanya ada efek samping yang tidak menyenangkan yang menyertai mereka. Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin merasa seperti pengobatan bahkan lebih buruk daripada kanker. Penting untuk disadari bahwa rasa sakit dan ketidaknyamanan pengobatan akan hilang. Sel sehat sembuh.

Pengobatan kanker bisa menyebabkan rasa sakit dan sakit. Pengobatan kemoterapi dapat menyebabkan luka mulut, mual, kerusakan saraf, dan diare. Terapi radiasi bisa menyebabkan rasa sakit terbakar dan jaringan parut. Pembedahan tentu saja menyakitkan dan membutuhkan waktu pemulihan yang signifikan.

Lymphedema

Saat dokter mengeluarkan kelenjar getah bening untuk memeriksa sel kanker, hal itu mengganggu aliran cairan getah bening di tubuh. Jika tidak cukup kelenjar getah bening dibiarkan benar mengalirkan cairan dari daerah tertentu, suatu bentuk pembengkakan yang menyakitkan disebut lymphedema dapat terjadi.

Menghilangkan Komplikasi yang Berhubungan Dengan Pengobatan

Lymphedema paling cepat ditangkap. Bisa diobati dengan terapi fisik, pijat, atau lengan kompresi. Rasa sakit dapat diobati dengan penghilang rasa sakit bebas, atau dokter mungkin meresepkan obat penghilang rasa sakit yang lebih kuat. Efek samping dari kemoterapi terkadang bisa diobati dengan obat lain.

Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Anda harus memberi tahu dokter kapan pun Anda mengalami rasa sakit atau komplikasi tidak menyenangkan lainnya dari kanker atau perawatan Anda. Mereka bisa menentukan apakah gejalanya menunjukkan masalah yang lebih serius, dan juga bisa bekerja sama dengan Anda untuk mengatasi gejala dan membantu Anda merasa lebih baik, lebih cepat.

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker
Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

(Ekstrak Sirsak & Ekstrak Keladi Tikus)

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya
This entry was posted in Penyakit Kanker and tagged , , , , . Bookmark the permalink.