Waspada Semua Orang Punya Sel Kanker, Benarkah?

Friday, October 27th 2017. | Penyakit Kanker

Dikutip dari hellosehat.com menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) penyakit kanker adalah salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Namun, kesadaran dan pengetahuan masyarakat awam tentang penyakit mematikan ini masih sangat terbatas. Di Indonesia sendiri, banyak beredar mitos-mitos seputar kanker yang tidak ada landasan ilmiahnya. Salah satunya adalah mitos bahwa semua orang punya kanker dalam tubuhnya. Hanya saja kanker dalam tubuh Anda mungkin belum terdeteksi, entah karena belum jadi penyakit parah atau jumlahnya belum banyak.

Semua Orang Punya Sel Kanker

Mendengar hal ini tentu bisa bikin Anda jadi merinding. Apa benar kita sebenarnya punya sel kanker yang diam-diam mendekan di dalam tubuh? Ayo, cari tahu kebenaran di balik mitos ini supaya Anda tidak salah paham.

Apakah semua orang punya kanker dalam tubuh?

Tidak. Tak semua orang punya sel kanker dalam tubuhnya. Mitos kalau semua orang sebenarnya menyimpan sel kanker itu salah. Pertama, Anda harus memahami dari mana kanker berasal. Kanker adalah sel, bukan organisme seperti virus atau bakteri yang berasal dari luar tubuh manusia. Kanker memang bisa berkembang di dalam tubuh manusia. Namun, tubuh orang yang sehat bersih dari sel kanker sama sekali. Hanya orang yang mengidap penyakit kanker yang memiliki sel kanker dalam tubuhnya.

Mitos bahwa semua orang punya kanker berangkat dari pemahaman bahwa sel-sel dalam tubuh manusia berpotensi untuk menjadi sel kanker. Pemahaman ini benar, tetapi bukan berarti setiap orang sudah menyimpan sel kanker yang siap menyerang Anda kapan saja.

Bagaimana kanker berkembang dalam tubuh manusia?

Tubuh manusia terdiri dari ratusan miliar hingga triliunan sel. Sel-sel ini bertugas untuk menjalankan beragam fungsi tubuh. Setiap saat, sel-sel Anda akan terus berkembang dan membelah diri. Ada juga sel yang akan mati atau rusak karena sudah tidak berfungsi lagi. Kalau ada sel yang mati, tubuh akan memproduksi sel baru untuk menggantikannya. Proses ini disebut sebagai siklus sel.

Jika ada sel yang rusak, tubuh punya sistem imun khusus untuk mendeteksi sel mana yang rusak. Tubuh akan kemudian membersihkan atau membunuh sel yang rusak tersebut supaya tidak mengganggu sel-sel lainnya.

Kanker hanya akan muncul kalau terjadi kesalahan pada sistem atau siklus sel Anda. Salah satu sel mungkin membelah diri secara tidak sempurna. Karenanya, sel ini berubah sifat jadi bahaya bagi tubuh. Namun, kesalahan ini bisa jadi tidak terdeteksi oleh sistem imun. Akibatnya, kelainan sel ini dibiarkan berkembang begitu saja.

Sel yang telah mengalami perubahan sifat (mutasi gen) tersebut dikenal sebagai sel kanker. Sel kanker akan merusak sel-sel lainnya serta organ tubuh tempat sel tersebut ditampung. Inilah asal-usul penyakit kanker yang muncul dari dalam tubuh manusia.

Tiga hal yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker

Tak seperti dugaan banyak orang, sel kanker tak akan muncul begitu saja. Tanpa pemicu, kesalahan sistem dan siklus sel tak mungkin terjadi. Untuk itu, Anda harus memahami apa saja pemicu (faktor risiko) kanker berikut ini.

1. Faktor genetik

Setiap sel tubuh Anda terdiri dari rangkaian informasi genetik yang telah ditentukan saat Anda lahir. Maka, bisa jadi ketika lahir tubuh Anda sudah memiliki kelainan sel yang diturunkan oleh orangtua kandung.

2. Faktor karsinogen

Karsinogen adalah zat pemicu atau penyebab kanker yang datang dari luar tubuh manusia. Contohnya antara lain radiasi, zat kimia, atau virus. Karsinogen akan menyebabkan kerusakan sel yang kemudian berkembang jadi kanker.

3. Faktor gaya hidup

Kebiasaan Anda sehari-hari juga bisa memicu perkembangan sel kanker. Terutama kalau Anda merokok, makan tidak sehat, dan kurang beraktivitas fisik.

Baca juga info : Bagaimana Proses Tumbuh Kembangnya Kanker

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim Anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga Anda mengkonsumsi obat herbal tradisional untuk membantu mengobati penyakit kanker yang Anda alami dan menjaga stamina serta membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Kanker
Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Manfaat Sirsak Untuk Mengobati Penyakit KankerMelalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal. “Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,”

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan”

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati Kanker

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Manfaat Keladi Tikus Untuk Mengobati KankerDr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 µg/ml; ekstrak heksan 15,0 µg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 µg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 µg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 µg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

Obat Herbal Penyakit Kanker

Obat Herbal Penyakit Kanker

Paket Hemat Obat Kanker De Nature

Pkt 1 Minggu Rp. 315.000 (1 Btl Zirzax & 1 Btl Typhogell)
Pkt 1 Bulan Rp. 1.150.000 (4 Btl Zirzax & 4 Btl Typhogell)
Pkt 2 Bulan Rp. 1.995.000 (8 Btl Zirzax & 8 Btl Typhogell)

 

“Harga Obat Belum Termasuk Ongkir Ke Alamat”

 

Format Pemesanan

NAMA # ALAMAT # NO. TLP # OBAT YANG DIPESAN # TUJUAN PEMBAYARAN
(BCA & BRI)
Pembayaran Produk Cv. De Nature
 
*KIRIM KE CUSTOMER SERVICE KAMI*
CUSTOMER SERVICE OBAT WASIR AMBEJOSS

Custimer Service Kami Akan Memandu Anda Untuk Proses Selanjutnya
tags: ,